Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tambolaka, BTN — Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST, menegaskan bahwa jabatan bukan lahan basah tetapi semestinya adalah amanah untuk rakyat. Hal itu diungkapkannya saat melakukan rotasi/mutasi serta promosi sejumlah pejabat administrasi eselon III, eselon IV, dan pengawas pada Jumat, 2 Mei 2026.

Adapun kegiatan pelantikan berlangsung di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sumba Barat Daya, tepatnya di Aula Kantor Bupati SBD. Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST, sekaligus mengambil sumpah para pejabat yang dilantik.

Hadir pada kegiatan tersebut para Asisten Setda, sejumlah Kepala OPD, Wakil Ketua DPRD SBD Thomas T. Dendo bersama Yus Bora, Ketua TP PKK SBD Markus Dairo Talu, Kepala Bank NTT Cabang Weetobula, perwakilan Kepolisian Resor SBD, dan Kodim 1629/SBD.

Pada kegiatan tersebut, Bupati SBD menyampaikan bahwa rotasi dan promosi ini bagian dari penyegaran birokrasi untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik. “Saya butuh tim kerja yang solid, cepat, dan melayani. Jangan ada lagi pejabat yang lambat, ujarnya.

Bupati menegaskan tidak ada jual beli jabatan dalam mutasi kali ini. “Saya tegaskan, jabatan itu bukan lahan basah untuk memperkaya diri. Jabatan adalah amanah untuk rakyat. Siapa yang main-main, saya evaluasi,” tegas Ratu Wulla di hadapan pejabat yang dilantik.

Bupati juga berharap para pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dan membuat terobosan di unit kerja masing-masing. “Target kita jelas: SBD maju, pelayanan cepat, kemiskinan turun. Bekerja dengan hati, layani rakyat dengan tulus,” pungkasnya.

Berdasarkan data BKPSDM SBD, total pejabat yang dilantik sebanyak 47 orang, terdiri dari 12 pejabat administrator eselon III, 28 pejabat pengawas eselon IV, dan 7 pejabat fungsional. Mereka akan mulai efektif bertugas pada 5 Mei 2026.

 

**** Berantas TipikorNews Co.id ****