Luwuk/Salakan, BTN — 25 Oktober 2025 – Dalam sebuah Vidio yang berapi-api di hadapan komunitas Ampera for 2029 (Bangkep), Al Arwi melontarkan kritik keras terhadap praktik politik dan demokrasi yang ia nilai gagal merealisasikan kedaulatan rakyat.
Al Arwi menegaskan bahwa sudah saatnya fungsi kekuasaan dikembalikan pada prinsip dasarnya pelayanan, bukan menjadi jarak elit yang memisahkan wakil rakyat dari konstituennya.
*Poin Kunci Vidio Risal Al Arwi
Definisi Ulang Politik, Hidup atau Mati*
Al Arwi memulai dengan mendefinisikan ulang esensi politik. Ia menegaskan bahwa politik jauh lebih luas dari sekedar partai politik, melainkan cara, teknik, dan metode fundamental untuk mengakses kehidupan dan membangun komunikasi sosial berbasis kebutuhan dasar.
”Kepada orang yang tidak mengerti dan alergi politik, saya menganggap dia tidak sedang hidup. Politik adalah metode kita untuk membangun sarana komunikasi sosial yang berbasis kebutuhan-kebutuhan dasar kita.”
Kritik Tajam Terhadap Demokrasi yang ‘Berjarak’
Menyoroti situasi nasional dan lokal, Al Arwi menilai bahwa demokrasi yang diidealkan sebagai ‘dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat’ masih “berjarak” dan belum mencapai titik simetris.
Kekuasaan politik yang lahir dari Pemilu justru menciptakan ironi kekuasaan.
”Kekuasaan politik yang dilahirkan di setiap pemilu ternyata masih memberikan ruang elit bagi orang-orang yang lahir dan dipilih oleh rakyat.
Mereka masih menjaga jarak dan memposisikan diri sebagai seorang pejabat, padahal prinsip dasar jabatan politik itu adalah pelayanan rakyat.”
Seruan Keras.Hentikan Praktik ‘Tuan’ di Bangkep
Secara spesifik, Al Arwi menyerukan agar para politisi dan pejabat di Bangkep dan seluruh Indonesia menghentikan praktik menjaga jarak. Menurutnya, kegagalan dalam mewakili kedaulatan rakyat terjadi ketika wakil rakyat gagal mencerminkan dirinya sebagai rakyat sejati yang mengerti problem masyarakat.
”Ini ironi, rakyat kemudian memilih, lalu kita yang dipilih menjadi tuan. Ini sangat tidak baik.”
Ia menekankan bahwa ruang elit yang diciptakan oleh politisi hanya menjadi pagar yang menutupi hubungan sosial, sementara seharusnya, rakyat adalah kekuatan terpenting dan terpokok.
Komitmen dan Visi Jangka Panjang
Menutup pernyataannya, Al Arwi berkomitmen untuk mengembalikan nilai-nilai tersebut, memastikan bahwa setiap langkah dan kebijakan negara,terutama yang berdampak pada masyarakat Bangkep.benar-benar mencerminkan keinginan rakyat.
”Kami akan kembalikan nilai-nilai itu agar kemudian apa yang menjadi keinginan rakyat, itu juga yang menjadi suara, yang menjadi langkah, yang menjadi kebijakan bagi struktur negara.”
Vidio inspiratif ini ditutup dengan sapaan “Salam transparansi dan salam montolutusan.”
Salam Risal Al Arwi Putra Bengkep yang sangat bersahaja






