Scroll Untuk Lanjut Membaca

​LUK, BANGGAI KEPULAUAN,BTN — Wujud nyata kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan kembali ditunjukkan oleh masyarakat Desa Luk, Kecamatan Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan. Pada Sabtu pagi (26/9/2026), puluhan warga turun ke jalan menggelar aksi kerja bakti swadaya guna membenahi sejumlah titik kerusakan di ruas Jalan Trans Peling (rute Luk–Tunggaling).

​Aksi kepedulian yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Tak kurang dari 75 warga Desa Luk bahu-membahu dalam kegiatan ini, didampingi langsung oleh Kepala Desa Luk, Abdul Hamid Galus. Sinergi di lapangan semakin kuat dengan hadirnya Kapolsek Liang beserta dua anggotanya, serta Babinsa Desa Luk, Kopda Moh. Irsyad.

​Berbekal peralatan sederhana, warga beserta aparat memfokuskan perbaikan pada bagian permukaan jalan yang berlubang dan dinilai membahayakan para pengendara. Material penambal seperti pasir, batu, dan campuran pendukung lainnya diratakan secara bergotong royong agar akses utama tersebut kembali aman dan lebih layak untuk dilintasi berbagai jenis kendaraan.

​Bagi masyarakat setempat, kegiatan ini bukan sekadar aksi fisik menimbun lubang jalan. Di tengah padatnya mobilitas harian warga yang bergantung pada jalur Trans Peling, gotong royong ini menjadi simbol solidaritas kolektif dalam menjaga fasilitas publik serta menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

​Kehadiran unsur Pemerintah Desa, TNI, dan Polri di tengah-tengah masyarakat sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam menjaga ketertiban dan infrastruktur lingkungan. Sinergi ini membuktikan bahwa keamanan dan kenyamanan fasilitas umum dapat terwujud lebih cepat melalui komunikasi dan tindakan nyata di lapangan.

​Meski demikian, aksi penambalan secara swadaya ini dipahami warga sebagai langkah darurat dan bentuk partisipasi aktif masyarakat. Upaya penanganan mandiri ini tidak serta-merta menggantikan kewajiban pemeliharaan infrastruktur secara menyeluruh yang menjadi wewenang pemerintah daerah.

​Oleh karena itu, kondisi kerusakan ruas jalan tersebut tetap didokumentasikan dan dikoordinasikan secara berjenjang kepada instansi terkait. Harapannya, jalur vital ini segera mendapatkan penanganan teknis yang permanen dan sesuai dengan standar keselamatan jalan yang berlaku.

​Seluruh rangkaian aksi perbaikan jalan berakhir pada pukul 11.45 WITA dengan situasi yang aman, lancar, dan kondusif. Aksi dari Desa Luk hari ini memberikan pesan berharga: jalan adalah milik bersama, keselamatan adalah prioritas bersama, dan kepedulian terhadap lingkungan tak pernah harus menunggu perintah.