BUALEMO –BTN 15/08/2026 Gelombang isu miring yang mengepung SPBU Longkoga Timur terkait tudingan praktik “jatah-menjatah” Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi akhirnya memantik reaksi keras. Rahmat Bakari secara tegas menepis seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya menyusul maraknya unggahan kontroversial di media sosial, khususnya pada grup Facebook Info Rakyat Bualemo.
Tudingan yang berkembang liar tersebut dinilai tidak memiliki dasar yang jelas serta terkesan menghakimi tanpa disertai fakta konkret. Publikasi media sosial yang menyudutkan namanya itu dinilai telah membentuk opini publik secara sepihak dan mencederai asas praduga tak bersalah.
Menanggapi gejolak informasi yang makin simpang siur di tengah masyarakat, Rahmat Bakari menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan jatah jatahan BBM bersubsidi dalam bentuk maupun jumlah berapa pun sebagaimana yang disangkakan.
”Saya tidak pernah ada jatah jatah,dan jika saya ada jatah jatah pastinya saya tampung BBM tersebut walau hanya sedikit. Jika ada yang mengatakan saya dapat jatah.berapa jerigen, itu perlu pembuktian yang sah. Tunjukkan ke saya di mana jatah yang dimaksud, sebagaimana yang diunggah melalui Info Rakyat Bualemo,” ujar Rahmat Bakari saat memberikan klarifikasi resminya.
Sikap tegas tersebut diambil untuk meredam polemik yang terus membias di ruang publik. Narasi yang terlempar ke jejaring sosial tanpa konfirmasi dinilai sangat merugikan dan berpotensi memicu keretakan sosial antar sesama warga pengantri.
Ia menambahkan bahwa tuduhan verbal yang berkembang liar di tengah warga harus segera dihentikan sebelum menjadi preseden buruk. Prinsip keterbukaan dan pembuktian hukum dinilai menjadi kunci utama dalam meluruskan permasalahan ini.
”Nah, dengan bahasa yang berkembang liar sekarang ini, saya buktikan. Mulai hari ini saya nyatakan tidak akan ada lagi jatah-jatahan di SPBU Longkoga Timur,” tegasnya penuh optimisme untuk mengakhiri desas-desus di lapangan.
Komitmen pembenahan sistem pendistribusian BBM di area tersebut menjadi fokus utama guna menjamin keadilan bagi seluruh elemen masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi sektor produktif bawah.
Rahmat Bakari menggarisbawahi bahwa lini terdepan pelayanan di SPBU Longkoga Timur harus murni diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar berhak sesuai dengan regulasi pemerintah yang berlaku.
”Kami akan berdiri di depan, terkecuali memang benar-benar petani dan nelayan yang membutuhkan. Namun jika itu hanya modus oknum tertentu, saya tegaskan akan saya koordinasikan langsung dengan pihak Polsek Bualemo,” ancamnya menyikapi celah penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Langkah berani menindak tegas potensi modus penyimpangan ini diharapkan dapat menyapu bersih praktik-praktik spekulatif yang selama ini meresahkan warga serta memicu antrean berkepanjangan.
Dengan adanya tindakan pengawasan ketat dan koordinasi bersama aparat penegak hukum setempat, transparansi penyaluran BBM bersubsidi di wilayah Bualemo diharapkan dapat terwujud secara objektif, berkeadilan, serta bebas dari intimidasi maupun narasi liar.
Redaksi






