SUMBA TIMUR, BTN – Semangat kemandirian ekonomi terpancar dari Desa Kombapari, Kecamatan Katala Hamu Lingu. Wilem Dinguamah, seorang warga setempat, berhasil menyulap lahan tidur miliknya menjadi kawasan budidaya ikan air tawar yang produktif. Usaha yang berawal dari hobi ini kini berkembang menjadi tumpuan ekonomi dan wadah pemberdayaan sosial. Senin, 09/03/2026
Kepada media, Wilem mengisahkan bahwa langkahnya dimulai dengan penuh tantangan. Ia mengawali dengan dua kolam percobaan berisi ikan nila. Meski sempat jatuh bangun menghadapi kendala teknis, ia menolak untuk menyerah.
Awalnya hanya coba-coba dua kolam nila. Dalam perjalanannya memang banyak kendala, tapi saya tidak mau patah semangat. Sekarang, sudah berkembang menjadi tujuh kolam karena antusiasme masyarakat cukup tinggi,” ujar Wilem.
Yang menarik, usaha budidaya ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan pribadi. Wilem secara aktif melibatkan anak-anak muda yang putus sekolah di sekitar wilayahnya untuk bekerja dan belajar mengelola kolam. Langkah ini diambil sebagai solusi nyata untuk menekan angka pengangguran dan memberikan kegiatan positif bagi generasi muda.
Pantauan di lapangan menunjukkan terdapat empat kolam tambahan di samping kediaman Wilem yang memanfaatkan sumber air dari sumur bor. Lokasinya yang strategis di pinggir jalan raya penghubung Desa Kombapari dan Desa Matawai Amah—jalur menuju objek wisata Air Terjun La Iwi—membuat kawasan ini berpotensi menjadi destinasi agrowisata baru.
Meski memiliki potensi besar, ekspansi usaha Wilem kini terbentur keterbatasan modal. Rencana pembukaan kolam baru di wilayah Kamaimbung masih tertahan karena kendala pendanaan dan infrastruktur pendukung.
Wilem berharap ada sentuhan tangan dari Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, khususnya Dinas Perikanan dan Bupati Sumba Timur, untuk mendukung keberlanjutan usaha ini.
- Dukungan yang Dibutuhkan: Perbaikan sistem irigasi/selokan, bantuan bibit ikan lele, dan dukungan permodalan.
- Target Masa Depan: Menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat budidaya yang mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
”Harapan besar saya, pemerintah bisa melihat potensi ini. Saya ingin usaha ini menjadi lapangan kerja permanen bagi anak-anak muda di daerah ini agar mereka punya masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Laporan: Piter
Editor: Redaksi Berantas TipikorNews (BTN)






