WAINGAPU, BTN – Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., memberikan penekanan keras agar Koperasi Pegawai Negeri (KPN) tidak terjebak dalam rutinitas administratif. Hal ini disampaikan saat beliau membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPN “Suluh Tani” Tahun Buku 2025 di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Sumba Timur, Selasa (04/02/2026).
Dalam forum tertinggi koperasi tersebut, Wabup Yonathan Hani mengapresiasi keberlanjutan KPN “Suluh Tani”, namun ia mengingatkan bahwa tantangan ekonomi ke depan menuntut koperasi untuk lebih progresif.
Wakil Bupati menegaskan bahwa RAT adalah momen “telanjang” untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merancang arah kebijakan yang transparan. Beliau tidak ingin RAT hanya menjadi agenda tahunan yang menggugurkan kewajiban.
Koperasi harus menjadi pilar kesejahteraan, terutama bagi para penyuluh pertanian. Momentum RAT ini harus melahirkan keputusan yang konkret dan dirasakan langsung manfaatnya oleh anggota, bukan sekadar laporan di atas kertas,” tegas Yonathan Hani.
Mengingat keanggotaan KPN “Suluh Tani” didominasi oleh para penyuluh pertanian, Wabup menilai peran koperasi sangat strategis. Jika manajemen koperasi profesional dan kuat, maka kesejahteraan penyuluh akan meningkat, yang pada akhirnya berdampak positif pada pendampingan sektor pertanian di Sumba Timur.
Beliau mendorong penguatan kelembagaan agar koperasi lebih adaptif dan dikelola secara modern untuk memastikan keberlanjutan organisasi.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting guna menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap gerakan koperasi, di antaranya:
- Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumba Timur.
- Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Sumba Timur.
- Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumba Timur.
RAT berlangsung dengan penuh antusiasme dari para anggota. Semangat kebersamaan yang terlihat menjadi modal besar bagi KPN “Suluh Tani” untuk bertransformasi menjadi koperasi yang lebih kuat, profesional, dan berdampak nyata bagi ekonomi kerakyatan.






