KOMBUTOKAN Bangkep –BTN – 09/01/2026- Rusaknya infrastruktur tanggul di Desa Kombutokan yang baru saja dikerjakan kini menuai polemik panas. Narasi “banjir bandang” yang dilemparkan pihak kontraktor melalui media lain, dituding bukan sekedar penjelasan teknis, melainkan upaya sistematis untuk mencari pembenaran dan meloloskan diri dari tanggung jawab hukum.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Sebagai bagian dari kontrol sosial, kami sangat menghargai karya jurnalistik dan profesionalisme teman-teman media lain. Adalah hal yang wajar dan sah jika media memuat hak jawab atau tanggapan dari kontraktor. Namun, yang menjadi tanda tanya besar adalah kenapa nanti disaat momentum ini baru muncul,ada apa?

​”Kita saling menghargai sesama media, itu prinsip. Tapi ada apa? Kenapa setelah banyak media daring menayangkan kerusakan proyek ini sejak awal, tiba-tiba muncul pemberitaan yang terkesan sebagai ‘berita tandingan’ untuk membela kontraktor? Mengapa narasi pembenaran ini baru muncul masif sekarang setelah isu ini memanas?” ujar perwakilan masyarakat yang juga aktivis kontrol sosial.

​Berdasarkan keterangan sumber terpercaya, klaim kerusakan akibat faktor alam diduga kuat telah disiapkan sebagai skenario untuk mengamankan posisi kontraktor dari jeratan hukum. Narasi yang dimuat media tersebut dinilai publik hanya sebagai upaya “cuci tangan”.

​”Alasan banjir itu klasik. Kami menduga narasi itu sudah disiapkan sejak awal sebagai skenario biar mereka aman. Jangan sampai bencana alam dijadikan kambing hitam untuk menutupi dugaan bobroknya spesifikasi proyek di lapangan,” tegasnya lagi.

​Masyarakat setempat menegaskan tidak akan tinggal diam melihat uang negara yang seharusnya menjadi perlindungan warga, justru hancur dalam waktu singkat. Ada kekhawatiran besar mengenai adanya praktik “main mata” yang dapat membuat kasus ini ditutup-tutupi.

​”Kami tetap meminta agar kasus ini diperiksa dengan jujur. Jangan hanya karena ada kongkalingkong di dalamnya, kasus ini lantas tertutup. Kami masyarakat desa akan mengawal terus perkembangan kasus ini hingga tuntas!”

​Masyarakat Desa Kombutokan juga mengirimkan pesan terbuka kepada pihak Kejaksaan agar menjaga integritas institusi dalam menangani temuan ini.

​”Kami minta Kejaksaan jangan permalukan institusi hanya gara-gara hal sepele. Jangan sampai publik menilai hukum bisa dibeli atau diskenariokan melalui narasi-narasi di media. Jika ada indikasi kerugian negara, segera bertindak!”Mengapa kontraktor baru sibuk memberikan klarifikasi setelah isu kegagalan konstruksi viral di berbagai media daring?

Apakah besi dan campuran semen sudah sesuai standar, atau memang “rapuh” sehingga mudah patah?

Masyarakat menuntut audit independen, bukan sekedar opini pembelaan di media lain?,tutupnya

 

Pimpinan redaksi