MANADO – BTN 09/02/2026-Profesionalisme penyidik di Polresta Manado kembali menjadi sorotan tajam. Pasalnya, laporan polisi yang dilayangkan oleh Meita Lumombo sejak 13 November 2025 dengan nomor laporan LP/B/1987/XI/2025/SPKT, hingga kini seolah membentur tembok tinggi tanpa ada kemajuan yang berarti.
Sudah berbulan-bulan sejak laporan resmi dibuat terkait dugaan penipuan jual-beli tanah, keadilan bagi Meita seolah digantung. Ironisnya, alih-alih memberikan kepastian hukum (kepastian yang menjadi hak pelapor), penyidik justru terkesan melakukan aksi “ghosting” atau menghindar dari konfirmasi pihak korban.
Berdasarkan keterangan pihak korban, penyidik sempat memberikan angin surga dengan menjanjikan proses pada hari Rabu, 5 Februari 2026. Namun, fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Saat dihubungi untuk konfirmasi, sang penyidik tak kunjung mengangkat telepon maupun membalas pesan singkat hingga hari ini.
”Kami sudah mencoba berkomunikasi dengan baik, menanyakan perkembangan kasus sejak tanggal 27 Januari. Namun, respons yang kami terima hanyalah keheningan. Jika memang Polresta Manado tidak sanggup menangani, katakan dengan jujur agar kami bisa meneruskan perkara ini ke Polda Sulut atau Bid Propam,” tegas perwakilan korban dengan nada kecewa.
Sikap abai oknum penyidik ini mencoreng jargon “Polri Presisi”. Bagaimana masyarakat bisa percaya pada penegakan hukum jika komunikasi dasar antara penyidik dan pelapor saja tidak berjalan? Publik bertanya-tanya. apakah laporan masyarakat kecil hanya akan berakhir menjadi tumpukan kertas tanpa tindak lanjut konkret?
Pihak korban melalui tim Berantas Tipikor mendesak Kapolresta Manado untuk segera mengevaluasi kinerja penyidik di bawah komandonya. Kasus ini bukan sekedar soal kerugian material jutaan rupiah, melainkan soal integritas institusi kepolisian dalam melayani masyarakat yang sedang mencari keadilan.
”Kami tidak butuh janji hari Rabu yang berujung abu. Kami butuh kepastian hukum!” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polresta Manado belum memberikan pernyataan resmi terkait kendala yang menyebabkan laporan ini jalan di tempat.
Redaksi






