SUMBA BARAT DAYA –BTN 19/03/2026- Aroma konflik agraria kembali menyengat di Desa Lombu, Kecamatan Wewewa Tengah. Ngongo Bulu, warga setempat, kini terpaksa berhadapan dengan teror klaim sepihak atas tanah warisan leluhurnya. Kasus ini bukan sekedar sengketa lahan, melainkan ujian nyata bagi supremasi hukum dan nyali aparat desa dalam melindungi warganya.
Tanah dan rumah yang menjadi objek sengketa merupakan warisan turun-temurun dari almarhum Kakek Yairo. Selama puluhan tahun, keluarga Ngongo Bulu menempati lahan tersebut dengan damai tanpa secuil pun gangguan. Namun, ketenangan itu sirna seketika saat muncul pihak tertentu yang melayangkan klaim sepihak,diduga tanpa dasar hukum yang jelas,dan disertai intimidasi yang mengancam rasa aman keluarga.
Ngongo Bulu melalui kuasa hukumnya tidak tinggal diam. Mereka mendesak Kepala Desa Lombu untuk segera turun tangan. Bukan sekedar hadir, namun melakukan penelusuran mendalam terhadap riwayat administrasi desa dan saksi sejarah.
”Surat aduan resmi sudah di tangan Kepala Desa. Sekarang bola panas ada di meja beliau. Kami menuntut netralitas dan kecepatan bertindak sebelum terjadi gesekan fisik yang tidak diinginkan,” tegas Paul, Kuasa Hukum pengadu.
Saat dikonfirmasi via telepon, Kepala Desa Lombu menyatakan masih mendalami persoalan ini. “Saya masih dalami persoalan ini dan akan memanggil pihak korban,” ungkapnya datar. Meski berjanji akan menangani kasus ini secara serius, publik menunggu bukti nyata, bukan sekedar retorika administratif.
Kasus di Desa Lombu ini menjadi cermin betapa rentannya hak atas tanah warga di tingkat akar rumput. Lambatnya respons pemerintah desa dalam memediasi klaim-klaim sepihak seringkali menjadi api dalam sekam yang berujung pada konflik berdarah.
Kepala Desa Lombu kini berdiri di persimpangan jalan,Menjadi pelindung rakyat yang berpegang pada fakta sejarah dan hukum, atau terjebak dalam pusaran keberpihakan yang mencederai keadilan?
Redaksi Berantas Tipikor News akan terus mengawal kasus ini hingga titik terang benderang. Jangan biarkan klaim tanpa alas hak menindas mereka yang lemah!
Eman Ledu
**** Berantas TipikorNews ****






