PALU, BTN — Di tengah gemerlap dan ketatnya persaingan pada Taekwondo Open Tournament Sulteng Open Series VII Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Beladiri Madani Palu, terselip sebuah kisah perjuangan yang mengharukan. Seorang putri kecil bernama Hana, atlet muda dari Klub Bravo Kabupaten Sigi, berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara II dalam ajang bergengsi tersebut. 22/06/2026
Di balik medali perak yang kini menggantung di dadanya, tersimpan kisah tentang darah, akar, dan identitas yang tak pernah terputus dari tanah kelahirannya.
Adik Hana merupakan putri dari pasangan Agustinus Talindong, putra asli Desa Tunggaling, Banggai Kepulauan, dan Meni Sambaiyo, yang berasal dari Desa Basosol.
Meski saat ini keluarga mereka berdomisili di Kota Palu, kecintaan dan kebanggaan terhadap kampung halaman tetap hidup dalam setiap langkah perjuangan mereka.
Prestasi yang diraih adik Hana bukanlah hasil yang datang secara instan. Berbagai latihan keras, disiplin, pengorbanan waktu, serta dukungan penuh dari kedua orang tua menjadi fondasi utama yang mengantarkannya berdiri di podium kehormatan.
Di usianya yang masih belia, adik Hana telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa, membuktikan bahwa keterbatasan usia bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
Bagi masyarakat Banggai Kepulauan, capaian adik Hana menjadi kabar yang membanggakan.
Putri berdarah Tunggaling dan Basosol itu telah memperlihatkan bahwa anak-anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat provinsi apabila mendapatkan kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang memadai.
Sang ayah, Agustinus Talindong, mengaku bersyukur atas pencapaian putrinya. Baginya, medali ini bukan hanya tentang kemenangan, melainkan tentang proses panjang yang mengajarkan kerja keras, sportivitas, dan keberanian untuk terus mencoba.
“Yang paling penting bukan hanya juara, tetapi bagaimana anak-anak belajar berjuang dan tidak menyerah.
“Kami bersyukur Hana bisa memberikan hasil terbaik,” ungkap Agus penuh haru.
Keberhasilan Adik Hana juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Banggai Kepulauan. Sebab Dari sebuah keluarga sederhana yang merantau ke Palu, lahirlah seorang atlet cilik yang mampu berdiri di podium kejuaraan. Prestasi ini membuktikan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari desa-desa kecil dan diwujudkan melalui ketekunan serta dukungan keluarga.
Masyarakat Banggai Kepulauan patut berbangga. Di arena taekwondo Sulawesi Tengah, nama Hana mungkin tercatat sebagai atlet Kabupaten Sigi, namun darah yang mengalir dalam dirinya adalah darah putri Tunggaling dan Basosol.
Medali perak yang diraihnya hari ini menjadi bukti bahwa putra-putri Banggai Kepulauan memiliki potensi besar untuk bersinar dan mengharumkan nama daerah di berbagai bidang.
Selamat untuk Adik Hana. Teruslah bermimpi, berlatih, dan melangkah. Karena setiap medali yang diraih bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga harapan bagi generasi muda Banggai Kepulauan di masa depan.






