Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Waibakul, BTN – 16/07/2026, Aksi simpatik yang ditunjukkan oleh sejumlah kader Partai Demokrat Kabupaten Sumba Tengah saat memungut sampah di area Pasar Rakyat Waibakul menuai sorotan luas dari publik. Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 partai berlogo mercy tersebut dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026.

​Di balik apresiasi terhadap aksi sosial tersebut, muncul sebuah pertanyaan mendasar yang menggelitik benak masyarakat luas. Mengapa harus kader partai politik yang turun tangan membersihkan fasilitas publik? Publik pun mulai mempertanyakan keberadaan dan fungsi dari pengelola pasar serta Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dalam menjaga kebersihan lingkungan setempat.

​Aksi bersih-bersih ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumba Tengah, Ignasius Hapu Karanjawa. Bersama barisan kadernya, mereka menyisir setiap sudut pasar untuk memungut, mengumpulkan, hingga mengangkut tumpukan sampah yang selama ini dibiarkan berserakan begitu saja di area jual beli.

​Gerakan peduli lingkungan ini ternyata bukan satu-satunya agenda sosial yang diusung oleh DPC Demokrat Sumba Tengah dalam perayaan perak mereka. Sebelum aksi di pasar rakyat ini bergulir, para kader juga telah sukses melaksanakan program penghijauan dengan melakukan penanaman 1.000 pohon bambu di wilayah kritis.

​Menurut Ignasius Hapu Karanjawa, rangkaian kegiatan kemanusiaan dan lingkungan ini sengaja dipilih sebagai bentuk kontribusi nyata partai terhadap daerah. Ia menegaskan bahwa merawat bumi dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan cerminan dari kepedulian sosial yang sejati.

​”Gerakan ini bukan sekedar seremonial belaka untuk merayakan ulang tahun partai. Kami ingin mengetuk hati dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan, karena hal ini sejatinya adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Ignasius di sela-sela kegiatannya.

​Kendati demikian, pemandangan para politisi yang memegang sapu dan karung sampah ini justru menjadi tamparan keras bagi tata kelola kebersihan di Pasar Rakyat Waibakul. Sebagai aset dan fasilitas umum yang berada langsung di bawah naungan pemerintah daerah, kebersihan pasar seharusnya menjadi prioritas utama yang dikerjakan secara rutin dan sistematis.

​Sejumlah warga dan pengunjung pasar menilai, pemeliharaan kebersihan tidak boleh dibiarkan terbengkalai hingga harus menunggu adanya aksi sosial atau momen musiman dari komunitas luar. Kondisi pasar yang kumuh mencerminkan adanya pembiaran yang berlarut-larut dari instansi teknis yang bertanggung jawab.

​Menumpuknya sampah di pusat ekonomi warga ini menjadi indikator kuat perlunya evaluasi total terhadap manajemen pasar. Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah didesak untuk meninjau kembali kinerja petugas kebersihan, ketersediaan armada pengangkut sampah, fasilitas tempat pembuangan, hingga ketegasan pengawasan di lapangan.

​Hingga berita ini diturunkan, redaksi Brantas Tipikor News masih terus berupaya menghubungi pihak pengelola Pasar Rakyat Waibakul serta Dinas terkait di lingkup Pemda Sumba Tengah guna mendapatkan konfirmasi resmi. Ruang hak jawab dan klarifikasi tetap dibuka lebar demi menyajikan informasi yang berimbang dan transparan bagi publik.