NUHON, BANGGAI, BTN – Belum lama berselang sejak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menghanguskan wilayah Desa Sumber Agung, petaka serupa kini kembali melanda Kecamatan Nuhon. Kali ini, amukan si jago merah dilaporkan mengganas di kawasan pegunungan Desa Batu Hitam, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Minggu 19/07/2026
Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi setelah adanya laporan cepat dari masyarakat yang masuk melalui call center 110 pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Menerima informasi darurat tersebut, aparat Polsek Nuhon langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Setibanya di titik lokasi, petugas mendapati kobaran api yang masih menyala hebat, disertai kepulan asap hitam pekat yang membubung ke langit. Kebakaran tersebut dilaporkan telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan terus merembet ke area yang lebih tinggi.
Kapolsek Nuhon, Ipda Tesar, mengungkapkan bahwa berdasarkan penyelidikan sementara, kebakaran hebat ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan oleh oknum masyarakat setempat. Metode pembukaan lahan dengan cara dibakar disinyalir menjadi biang keladi yang membuat api lepas kendali.
“Menurut keterangan saksi di lapangan, dugaan awal penyebab kebakaran adalah aktivitas penyiapan lahan perkebunan dengan cara dibakar. Api yang semula kecil kemudian merambat tak terkendali ke lahan sekitarnya hingga menjalar ke hutan pegunungan,” ujar Ipda Tesar.
Hingga berita ini diturunkan, upaya penjinakan api di areal pegunungan Desa Batu Hitam masih terus berlangsung. Petugas di lapangan harus berjuang ekstra keras karena dihadapkan pada kondisi geografis pegunungan yang sangat curam, sehingga sangat menghambat proses pemadaman.
Tantangan tim di lapangan kian berlapis akibat faktor cuaca buruk. Embusan angin laut yang bertiup sangat kencang di sekitar lokasi menjadi musuh utama petugas, lantaran secara cepat mendorong lidah api merembet ke vegetasi kering lainnya.
Berdasarkan kalkulasi awal di lokasi kejadian, dampak kerusakan akibat kebakaran ini tergolong cukup masif. Ipda Tesar memperkirakan luas lahan dan hutan yang hangus terbakar dalam peristiwa ini sudah mencapai kurang lebih 30 hektare.
Guna mengantisipasi agar dampak kebakaran tidak semakin meluas dan mendekati permukiman, Polsek Nuhon bergerak cepat membangun sinergi. Pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan instansi terkait untuk merumuskan langkah penanganan lanjutan secara terpadu.
Di akhir penjelasannya, Kapolsek Nuhon kembali mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan bahaya laten dari pembakaran lahan secara liar. Ia menegaskan bahwa Karhutla bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan ancaman nyata yang dapat menimbulkan dampak negatif multidimensi, mulai dari rusaknya ekosistem, kerugian ekonomi, hingga gangguan kesehatan bagi manusia.






