Ngada, NTT, BTN – Denting lonceng gereja berpadu dengan hentakan kaki penari adat Bajawa. Nyanyian koor menggema dari Kampung Bejo, mengiringi langkah umat yang memenuhi Kapela Maria dari Gunung Karmel, Paroki Mater Boni Consili, Bajawa, Kabupaten Ngada. Hari itu bukan sekedar perayaan liturgi, melainkan sebuah ungkapan syukur atas perjalanan panjang seorang imam yang telah mengabdikan hidupnya selama empat puluh tahun bagi Gereja dan umat.
Pater Zakarias Dhena, O.Carm merayakan Yubileum 40 Tahun Imamat dalam suasana penuh sukacita, doa, dan persaudaraan. Perayaan Ekaristi dipimpin bersama para imam konselebran yang datang untuk memberikan penghormatan kepada rekan sepelayanan yang telah mendedikasikan empat dekade hidupnya demi pewartaan Injil dan pelayanan kasih.
Ratusan umat Katolik dari seluruh Desa Ubedolumolo memadati kapela sejak pagi. Mereka hadir bukan hanya sebagai saksi perjalanan imamat, tetapi juga sebagai bagian dari kisah pelayanan yang telah menyentuh banyak kehidupan. Wajah-wajah penuh sukacita, doa yang khusyuk, dan pelukan hangat menjadi gambaran kedekatan seorang gembala dengan umat yang dilayaninya.
Perayaan syukur semakin istimewa ketika budaya lokal mendapat tempat terhormat dalam rangkaian acara. Tarian adat khas Bajawa ditampilkan sebagai simbol penghormatan kepada seorang imam yang telah menjadi bagian dari perjalanan iman masyarakat. Sementara itu, lantunan koor dari Kampung Bejo menghadirkan harmoni yang menyentuh hati, mempertegas bahwa iman dan budaya dapat berpadu dalam satu ungkapan syukur yang indah.
Empat puluh tahun imamat bukan sekadar hitungan waktu. Di balik angka itu tersimpan ribuan Misa yang dipersembahkan, sakramen yang dilayani, keluarga yang dikuatkan, kaum muda yang dibimbing, serta doa-doa yang terus dipanjatkan bagi umat. Jejak pengabdian itulah yang menjadikan perayaan ini begitu bermakna, bukan hanya bagi Pater Zakarias Dhena, O.Carm, tetapi juga bagi Gereja dan masyarakat yang telah merasakan buah pelayanannya.
Perayaan Yubileum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa panggilan imamat adalah panggilan untuk melayani tanpa mengenal batas. Dalam dunia yang terus berubah, kehadiran imam tetap menjadi sumber harapan, penghiburan, dan inspirasi bagi umat untuk terus berjalan dalam terang iman.
Di penghujung acara, suasana kekeluargaan terasa semakin hangat dalam ramah tamah bersama para imam, tokoh masyarakat, dan umat. Gelak tawa, ucapan syukur, serta kebersamaan yang terjalin menjadi penutup indah sebuah perayaan yang tidak hanya mengenang perjalanan empat puluh tahun, tetapi juga meneguhkan harapan agar semangat pelayanan Pater Zakarias Dhena, O.Carm terus menjadi inspirasi bagi generasi Gereja di masa mendatang.






