SUMBA BARAT DAYA-BTN 16/07/2026- — Komitmen terhadap kualitas dan kepatuhan aturan ditunjukkan langsung oleh jajaran pimpinan CV. Cihka Putri Pratama. Pada hari Kamis (16/07/2026), proses pemuatan dan pengiriman ratusan ekor ternak kuda di Pelabuhan Waikelo, Sumba Barat Daya, mendapatkan pengawasan super ketat dari pihak manajemen perusahaan.
Direktur CV. Cihka Putri Pratama, Umbu Masyar, didampingi oleh Umbu Story selaku Komisaris Perusahaan, turun langsung ke lapangan. Keduanya memantau secara detail setiap tahapan pemuatan hewan ternak kuda tersebut ke dalam kapal yang akan berlayar menuju Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan pantauan langsung media BerantasTipikorNews.co.id di lokasi dermaga Pelabuhan Waikelo, proses pemuatan ratusan ekor kuda ini menggunakan KLM. Arumi Indah GT 131. Pengawasan ketat terlihat dilakukan sejak satwa-satwa tangguh khas Sumba tersebut mulai dituntun mendekati lambung kapal.
Langkah pengawasan yang dilakukan oleh pihak direksi ini meliputi pemeriksaan menyeluruh. Mulai dari pencocokan jumlah fisik ternak, pemantauan kondisi kesehatan visual setiap ekor kuda, hingga metode penanganan pemuatan ke atas kapal agar hewan-hewan tersebut terhindar dari cedera atau stres selama proses berlangsung.
Saat diwawancarai oleh media ini di sela-sela kesibukannya, Direktur CV. Cihka Putri Pratama, Umbu Masyar, mengungkapkan alasan di balik ketatnya pengawasan lapangan tersebut. Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan prosedur standar wajib demi menjaga profesionalisme dan nama baik perusahaan yang dipimpinnya.
”Langkah pengawasan ketat ini sengaja kami lakukan secara langsung untuk memastikan tidak terjadi kelebihan muatan (overcapacity). Selain itu, ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk menjaga kepercayaan publik dan nama baik CV. Cihka Putri Pratama,” ujar Umbu Masyar kepada BerantasTipikorNews.co.id.
Dalam pengiriman kali ini, tercatat sebanyak 134 ekor kuda diberangkatkan menuju Jeneponto. Komposisi pengiriman tersebut terdiri dari 68 ekor kuda jantan dan 66 ekor kuda betina yang semuanya telah melewati proses seleksi kelayakan angkut.
Seluruh hewan yang dikirimkan dipastikan telah mengantongi dokumen administrasi yang lengkap dan sah dari Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Tengah. Selain itu, ratusan ekor kuda ini juga telah dinyatakan bebas penyakit dan sehat berdasarkan hasil pengujian laboratorium resmi dari Balai Karantina Waikelo.
Lebih lanjut, Umbu Masyar menegaskan komitmen kuat perusahaannya untuk selalu berjalan di koridor hukum dan regulasi yang berlaku. Kepatuhan terhadap aturan pengiriman ternak antarpulau, aspek kesejahteraan hewan (animal welfare), serta kelengkapan dokumen karantina menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
“Kami sangat konsisten dalam menjaga kualitas ternak dan kuota pengiriman yang telah ditentukan. Kami tidak ingin ada celah pelanggaran sekecil apa pun, karena itu tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga dapat merusak kepercayaan para mitra pembeli di daerah tujuan,” tambahnya dengan tegas.
Untuk diketahui, pengiriman 134 ekor kuda ini merupakan bagian dari realisasi kuota tahun anggaran 2026 yang diberikan oleh Dinas Peternakan Sumba Tengah, di mana total kuota yang dialokasikan untuk perusahaan tersebut adalah sebanyak 330 ekor.
Dengan adanya pengawasan langsung yang konsisten dari pemilik usaha seperti ini, diharapkan tata niaga dan perdagangan ternak antarpulau di wilayah Sumba dapat terus berjalan dengan lancar, tertib, aman, sekaligus menjaga reputasi emas para peternak Sumba di kancah nasional.
Pewarta,Kabiro SBD, EMAN LEDU
Editor/Redaksi: BerantasTipikorNews.co.id






