​WAIKELO, SUMBA BARAT DAYA, BTN – Muara Waikelo, urat nadi transportasi laut bagi para nelayan di Sumba Barat Daya, kini dalam kondisi memprihatinkan. Penumpukan pasir laut yang masif telah menutup total akses muara, menyebabkan puluhan perahu nelayan terjebak dan tidak dapat melaut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Menanggapi situasi krusial ini, sejumlah nelayan mendatangi kediaman tokoh masyarakat setempat, Bapak Abdul Wahab Awat (Bapak Dimas) dan Mama Dimas, pada Kamis (29/01/2026). Mereka mengadukan nasib dan memohon bantuan untuk membuka kembali akses lintas perahu yang terputus.

​Mendengar keluhan tersebut, Bapak Dimas menegaskan komitmennya bersama sang istri untuk segera mengambil langkah nyata. Menurutnya, tersumbatnya muara bukan hanya masalah teknis, melainkan ancaman bagi stabilitas ekonomi warga pesisir.

Niat kami tulus untuk membuka kembali akses ini agar seluruh aset nelayan, terutama perahu-perahu mereka, bisa kembali beroperasi. Jika dibiarkan, sirkulasi air di dermaga akan terganggu dan dampaknya akan semakin luas,” ujar Bapak Dimas.

​Rencana pembukaan akses muara ini akan segera dieksekusi dalam waktu dekat. Namun, Bapak Dimas menekankan bahwa keberhasilan aksi ini sangat bergantung pada solidaritas komunitas nelayan itu sendiri.

​Kami butuh dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh rekan-rekan nelayan. Ini adalah kepentingan bersama. Dengan bergotong-royong membersihkan material pasir, kita bisa mengembalikan fungsi muara seperti sediakala,” tambahnya.

  • ​Kelumpuhan total operasional perahu nelayan.
  • ​Gangguan sirkulasi air di area dermaga yang berpotensi memicu pendangkalan lebih lanjut.
  • ​Terhentinya mata pencaharian nelayan yang bergantung sepenuhnya pada akses laut.
  1. ​Pengerukan dan pembersihan pasir yang menutupi jalur keluar-masuk.
  2. ​Menggerakkan kekerabatan nelayan untuk aksi pembersihan kolektif.
  3. ​Memastikan alur pelayaran kembali aman dan layak dilalui.

​Laporan: Eman Ledu