WAINGAPU, BTN – Perang terhadap peredaran narkoba di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus diperketat. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sumba Timur turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah truk ekspedisi yang baru turun dari kapal di Pelabuhan Waingapu, Kamis (15/10/2026) sore.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya kepolisian mempersempit celah penyelundupan narkotika dan obat-obatan terlarang melalui jalur laut maupun jasa pengiriman barang. Pelabuhan Waingapu sebagai salah satu pintu masuk distribusi barang ke wilayah Sumba Timur menjadi lokasi yang mendapat perhatian dalam kegiatan pengawasan tersebut.
Razia dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Sumba Timur, Iptu I Gede Putu Parwata, S.H., didampingi Kaurbin Ops Resnarkoba, Ipda Tribagia Paul Riwu Dimu, S.H., dalam rangka Operasi Sarang Narkoba.
TRUK DAN PAKET LOGISTIK DIPERIKSA
Dalam operasi tersebut, petugas memeriksa kendaraan ekspedisi, dokumen pengiriman, barang bawaan sopir, serta bagian dasbor truk. Polisi juga melakukan tes urine secara acak terhadap sejumlah sopir untuk mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Kasat Resnarkoba Polres Sumba Timur menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penyelundupan narkotika yang memanfaatkan jasa ekspedisi.
“Kami melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah truk ekspedisi dan paket logistik yang datang dari luar Waingapu. Kegiatan ini untuk memutus mata rantai peredaran narkoba lintas pulau yang modusnya disembunyikan dalam paket barang. Kami juga melakukan tes urine secara acak terhadap sopirnya,” ujar Iptu I Gede Putu Parwata.
Menurutnya, pengawasan terhadap pengiriman barang perlu dilakukan secara serius. Pasalnya, paket logistik yang dikirim antarpulau dapat menjadi sasaran penyalahgunaan oleh pihak yang ingin mengedarkan barang terlarang secara terselubung.
Sabu, ganja, dan obat keras jenis Tramadol termasuk barang yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan peredaran gelap narkotika dan obat-obatan.
HASIL PEMERIKSAAN NEGATIF, POLISI TEGASKAN RAZIA BERLANJUT
Dalam pemeriksaan kali ini, petugas belum menemukan narkotika pada kendaraan dan barang yang diperiksa. Hasil tes urine terhadap para sopir yang menjalani pemeriksaan secara acak juga seluruhnya negatif.
Meski belum ditemukan barang terlarang, upaya pengawasan dinilai tetap penting agar jalur distribusi barang tidak dimanfaatkan untuk memasukkan narkoba ke wilayah Sumba Timur.
“Selama razia kami belum menemukan adanya narkotika, dan dari hasil tes urine juga semuanya negatif,” tambah Kasat Resnarkoba.
Satresnarkoba Polres Sumba Timur menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap truk ekspedisi akan terus dilakukan secara rutin dan acak, khususnya ketika kapal dari luar Waingapu tiba di pelabuhan.
Konsistensi pengawasan tersebut diharapkan dapat mencegah masuknya narkotika sekaligus mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan jalur distribusi logistik.
EKSPEDISI DAN MASYARAKAT DIMINTA LEBIH WASPADA
Polres Sumba Timur mengimbau seluruh pemilik jasa ekspedisi agar meningkatkan ketelitian dalam menerima, memeriksa, dan mendistribusikan paket barang. Apabila ditemukan kiriman yang mencurigakan, pihak ekspedisi diharapkan segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian sesuai prosedur yang berlaku.
Masyarakat juga diminta tidak menutup mata terhadap dugaan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. Informasi dari warga dapat membantu aparat melakukan pencegahan dan menindaklanjuti dugaan tindak pidana berdasarkan hukum.
“Jika ada warga yang mengetahui adanya paket mencurigakan berisi narkoba, segera lapor ke Call Center Polres Sumba Timur. Identitas pelapor kami rahasiakan,” tutup Kasat Resnarkoba.
BERANTAS TIPIKOR NEW menegaskan, pemberantasan narkoba membutuhkan pengawasan berkelanjutan, penegakan hukum yang tegas, serta kerja sama seluruh elemen masyarakat. Pengamanan pintu masuk wilayah, termasuk Pelabuhan Waingapu, perlu terus diperhatikan agar Sumba Timur tidak menjadi sasaran empuk peredaran gelap narkotika.
Jangan beri ruang bagi peredaran narkoba. Lindungi generasi muda dan masa depan masyarakat Sumba Timur dari ancaman barang terlarang.
Piter Kabiro, Sumba Timur






