TAPANULI TENGAH, BTN – Senyum kembali mengembang di wajah para siswa dan guru SMP serta SMA Fransiskus Pandan. Berkat aksi sigap personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut kini telah kembali normal sepenuhnya pascabencana yang sempat melumpuhkan fasilitas pendidikan di sana.
Sejak fajar menyingsing, puluhan personel TNI dari Kodam I/BB dikerahkan untuk melakukan pembersihan material sisa bencana serta perbaikan sarana sekolah yang rusak. Tidak sekadar membersihkan lumpur dan puing, para prajurit ini bekerja dengan target memastikan lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak didik.
Komandan Satgas menyatakan bahwa pemulihan fasilitas pendidikan adalah prioritas utama. “Pendidikan tidak boleh terhenti lama. Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa anak-anak kita di Pandan bisa segera kembali ke kelas tanpa rasa khawatir,” ujarnya di sela-sela peninjauan lokasi.
Perubahan signifikan terlihat hanya dalam waktu singkat. Ruang kelas yang sebelumnya kotor dan dipenuhi sisa banjir/longsor, kini telah bersih dan tertata kembali. Fasilitas umum sekolah seperti lapangan dan akses jalan utama pun sudah dapat dilalui dengan lancar.
Pihak sekolah mengapresiasi kerja keras Kodam I/BB yang sangat sistematis. “Kami sangat berterima kasih kepada Satgas Gulbencal Kodam I/BB. Tanpa bantuan bapak-bapak TNI, mungkin butuh waktu berminggu-minggu bagi kami untuk memulai sekolah kembali,” ungkap salah satu pengurus Yayasan Fransiskus.
Keberhasilan pemulihan SMP dan SMA Fransiskus ini menjadi bukti nyata komitmen Kodam I/Bukit Barisan dalam membantu pemerintah daerah menghadapi situasi darurat. Sinergi antara TNI dan pihak sekolah mencerminkan kemanunggalan yang kuat dalam menghadapi cobaan bencana.
Kini, lonceng sekolah telah kembali berbunyi. Para siswa tidak lagi melihat sisa bencana, melainkan masa depan yang terus berlanjut berkat pengabdian tulus para prajurit di lapangan.






