MORUT- BTN 14/10/2026-Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, menegaskan pembangunan wilayah pedalaman Tana Wana harus berlandaskan kasih, pelayanan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Hal itu disampaikan Delis saat membuka perayaan 100 tahun Injil Masuk Tana Wana di Lapangan Desa Lemo, Kecamatan Bungku Utara, Selasa (13/10/2026). Perayaan berlangsung hingga 15 Oktober 2026.
Mengusung tema “Tuntu Mpue Tuwu, Molonde Pasi Mowua ri Tana Wana” yang berarti Injil Bertumbuh, Berakar, dan Berbuah di Tana Wana, peringatan tersebut menjadi momentum mengenang sejarah pekabaran Injil sekaligus memperkuat komitmen pembangunan tanpa meninggalkan adat dan budaya setempat.
“Dasar dari segala sesuatu adalah kasih. Kita melayani karena kasih, membangun karena kasih, dan bekerja karena kepedulian kita kepada masyarakat Tana Wana,” tegas Delis.
Ia mengenang perjuangan Pdt. Hendrik Perdok yang membawa Injil ke pedalaman Tana Wana pada 1926 di tengah keterbatasan akses dan beratnya medan. Menurutnya, kehadiran Injil turut meletakkan dasar bagi perkembangan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan masyarakat setempat.
Delis mengakui pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan menuju sejumlah desa, masih menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Pemerintah daerah, katanya, terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk mencari dukungan pembangunan di tengah efisiensi anggaran.
Ia juga menyampaikan rencana dukungan pembangunan jembatan melalui koordinasi dengan TNI Angkatan Darat. Alokasi dukungan direncanakan untuk wilayah Bungku Utara dan Mamosalato guna memperkuat konektivitas antardesa.
Di sektor kelistrikan, Delis mengungkapkan koordinasi dengan Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, terkait upaya memperluas akses listrik ke seluruh desa di Bungku Utara dan Mamosalato pada 2027, termasuk Desa Salubiro. Realisasinya tetap bergantung pada kesiapan pelaksanaan dan kondisi di lapangan.
Delis juga mengapresiasi perusahaan yang membantu membuka akses jalan di wilayah pedalaman. Ia menilai kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar menjaga tanah yang dimiliki, terutama setelah tersedianya akses jalan dan sertifikat kepemilikan.
“Kalau jalan sudah kami bangun, jembatan sudah kami bangun, dan sertifikat sudah kami berikan, saya minta tolong jangan jual tanah. Tujuan kami membuka akses supaya masyarakat bisa bertani dan menjual hasil pertaniannya dengan lebih mudah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Delis memastikan Pemkab Morowali Utara tetap memberikan insentif Rp600.000 per bulan bagi rohaniawan meski di tengah efisiensi anggaran. Ia mengapresiasi para pendeta dan pelayan gereja yang terus melayani masyarakat pedalaman dengan berbagai keterbatasan.
Sementara itu, Anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, mengajak para pelayan Tuhan menjaga semangat pemberitaan Injil dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap peringatan satu abad tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat persatuan, kepedulian, dan komitmen membangun masa depan masyarakat Tana Wana.
Rangkaian perayaan diisi dengan penilaian rumah adat suku Taa Wana, peluncuran dua buku sejarah, peletakan batu pertama monumen 100 tahun Injil Masuk Tana Wana, napak tilas sejarah pekabaran Injil, pameran dokumentasi pelayanan, ibadah syukur, pengobatan gratis, serta perlombaan tradisional.
Dua buku yang diluncurkan yakni Benih Injil Tumbuh di Tana Wana: Refleksi 100 Tahun Pekabaran Injil (1926–2026) dan Duduk dalam Lindungan Yang Maha Tinggi: Pengalaman Guru Mahadi Tamauka di Wana, 1942–1944.
Perayaan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Ellen Esther Pelealu, Ketua Umum Majelis Sinode GKST Pdt. Djadaramo Tasiabe, M.Th., Dandim 1311/Morowali Letkol Inf. Boyke Baja Imanuel Sirait, serta sejumlah pejabat daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, pendeta, dan jemaat.
Momentum satu abad Injil di Tana Wana diharapkan memperkuat sinergi pemerintah dan gereja dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga warisan adat dan budaya setempat.
Kael






