BANGGAI LAUT, BTN — Langkah sigap dan kepedulian tinggi ditunjukkan oleh Kepala SD Negeri 1 Matanga, Sarifuddin Maudara, S.Pd.SD.Gr. Respons cepat ini menjadi bukti nyata komitmen pihak sekolah dalam menyelamatkan masa depan anak bangsa yang terancam kehilangan hak pendidikannya. 8/10/2026
Aksi kemanusiaan ini bermula pada 6 Oktober 2026, usai Kepala Sekolah menerima informasi dari seorang jurnalis terkait keberadaan seorang anak berusia 7 tahun di Desa Matanga yang belum tersentuh bangku sekolah. Anak tersebut terabaikan hak belajarnya akibat permasalahan internal keluarga dan perpisahan kedua orang tuanya.
Tanpa menunda waktu, Sarifuddin langsung mengambil tindakan konkrit di lapangan. Ia bergerak cepat menjemput bola demi memastikan sang anak bisa segera mendapatkan hak dasar pendidikan yang selayaknya ia terima.
Koordinasi intensif langsung dibangun bersama Operator Dapodik Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Banggai Laut. Pihak sekolah mengurus seluruh kelengkapan administrasi agar nama anak tersebut dapat segera masuk ke dalam sistem pendataan nasional.
Usaha keras tersebut membuahkan hasil manis hanya dalam hitungan hari. Pada 7 Oktober 2026, anak tersebut secara resmi terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) SDN 1 Matanga dan sah menjadi peserta didik di sekolah tersebut.
Kepastian ini membawa angin segar bagi keluarga, karena kini sang anak sudah dapat mengikuti proses kegiatan belajar mengajar sebagaimana anak-anak usianya. Senyum bahagia pun terpancar saat ia mulai melangkahkan kaki di lingkungan sekolah barunya.
Tidak hanya memberikan jaminan kepastian status belajar, pihak sekolah juga menyalurkan bantuan berupa seragam sekolah lengkap dan perlengkapan buku tulis. Bantuan ini diserahkan langsung kepada ibu kandung sang anak untuk meringankan beban kebutuhan sekolah.
Proses penyerahan bantuan berlangsung hangat dengan didampingi langsung oleh Wali Kelas 1 SDN 1 Matanga, Yanti Basasi, S.Pd.Gr. Kehadiran wali kelas menjadi bentuk penguatan moril dan kesiapan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang sang siswa.
Langkah solutif yang ditempuh SDN 1 Matanga ini menegaskan komitmen kuat pihak pendidik di daerah. Sekolah memastikan tidak boleh ada satu pun anak di Desa Matanga yang tertinggal atau terisolasi dari akses pendidikan akibat kendala sosial maupun ekonomi.
Daeng Irwan.






