Scroll Untuk Lanjut Membaca

​TUNGGALING, BTN — (28/08/2026) — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap keselamatan generasi penerus bangsa ditunjukkan secara nyata oleh warga Desa Tunggaling bersama SMP Negeri 2 Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan. Menghadapi kondisi jalan akses yang rusak parah dan membahayakan, mereka bergerak cepat melakukan pengecoran jalan secara swadaya pada Jumat (28/8).

​Aksi tanggap ini lahir dari inisiatif dan kolaborasi erat antara Kepala Desa Tunggaling, Jois Malingkas, S.Pd., serta Kepala SMP Negeri 2 Peling Tengah, Wahdania Sima, S.Pd. Langkah penuh kepedulian tersebut didukung penuh oleh para guru, orang tua murid, hingga seluruh lapisan masyarakat desa yang bahu-membahu di lapangan.

​Gerakan kebersamaan ini dipicu oleh rasa keprihatinan mendalam atas kondisi ruas jalan Tunggaling–Luk yang hancur parah. Padahal, lintasan tersebut merupakan akses vital harian bagi anak-anak yang pergi menuntut ilmu maupun masyarakat lokal dalam beraktivitas.

​Tanpa mau berpangku tangan menanti penanganan pemerintah daerah yang tak kunjung terealisasi, warga memilih mengambil tindakan langsung. Langkah darurat ini diambil demi mencegah bahaya kecelakaan lalu lintas serta menghindarkan anak-anak sekolah dari risiko cedera.

​Pemerintah Desa Tunggaling dan pihak SMPN 2 Peling Tengah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih mendalam kepada seluruh warga dan donatur. Bantuan material berupa pasir, batu, hingga terkumpulnya 17 sak semen menjadi bukti nyata solidnya kepedulian sosial di desa tersebut.

​”Keselamatan dan ketenangan anak-anak kita saat pergi menuntut ilmu adalah prioritas utama. Terima kasih tak terhingga untuk masyarakat dan donatur yang telah menyisihkan rezekinya. Gotong royong ini membuktikan bahwa kepedulian warga masih sangat kuat,” ujar Merlin Talindong, perwakilan pihak sekolah dan desa di lokasi kerja bakti.

​Meski aksi kebersamaan ini memperlihatkan ketangguhan serta kepedulian warga yang luar biasa, peristiwa ini di sisi lain menyimpan otokritik tajam bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan. Keselamatan jalan publik—terutama akses utama pendidikan dan perekonomian—seharusnya menjadi tanggung jawab prioritas pemerintah melalui alokasi anggaran yang cepat dan tepat sasaran.

​Fakta bahwa masyarakat dan pihak sekolah harus patungan hingga turun tangan menambal jalan secara mandiri memperlihatkan masih lambatnya respons dinas terkait. Infrastruktur dasar di kawasan pelosok daerah seolah terabaikan dari perhatian pembangunan.

​Melalui aksi swadaya ini, masyarakat Desa Tunggaling berharap gerakan mereka dapat menjadi teguran simpatik sekaligus alarm pengingat bagi pemerintah daerah. Kehadiran negara secara nyata sangat dinantikan dalam membangun infrastruktur desa yang aman, layak, dan berkelanjutan.

​Warga menegaskan bahwa akses jalan yang aman adalah hak dasar masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah. Pemerintah Daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk perbaikan permanen tanpa perlu menunggu timbulnya korban jiwa.

JEIN.