LUWUK — BTN 30/09/2026-Pimpinan Redaksi Media Berantastipikornews.co.id, Hermanius Burunaung, C.BJ., C.EJ., C.In., mengecam keras tindakan tidak terpuji pihak Pengawas SPBU Soping (No. Registrasi: 74.947.24/73.94702) yang secara sepihak memblokir nomor WhatsApp pimpinan redaksi saat didesak untuk memberikan keterangan resmi terkait carut-marutnya pengawasan dan penyaluran Bio Solar bersubsidi di lokasi tersebut.
Aksi pemblokiran kontak secara kekanak-kanakan tersebut diduga kuat merupakan upaya sengaja dari pengelola dan pengawas SPBU Soping untuk menghindar dari “kejaran” pimpinan redaksi, sekaligus cerminan rasa panik atas skandal dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang berhasil dibongkar oleh tim investigasi media.berantastipikornews.co.id
Atas kelakuan tidak kooperatif dan ketiadaan itikad baik tersebut, Hermanius secara terbuka mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar untuk turun tangan melakukan investigasi menyeluruh dan menjatuhkan sanksi terberat berupa Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) terhadap SPBU Soping.
Hermanius menegaskan bahwa konfirmasi resmi dan permohonan Hak Jawab bernomor 087/RED-BTN/KONFIRMASI/IX/2026 yang dilayangkan redaksi merupakan mandat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) untuk menguji kebenaran fakta secara berimbang (cover both sides).
”Sikap memblokir nomor kontak wartawan saat diminta keterangan resmi adalah tindakan ‘pengecut’ yang justru semakin menguatkan kecurigaan publik. Jika memang tidak ada ‘persekongkolan jahat’ atau kesalahan dalam penyaluran BBM, mengapa pengawas SPBU Soping harus lari dan menghindar dari konfirmasi media?” tegas Hermanius dengan nada menohok.
Hasil investigasi tajam tim redaksi di lapangan sebelumnya menguak indikasi kuat praktik pengetapan BBM bersubsidi jenis Bio Solar secara masif dan terencana pada jam-jam rawan, yakni dini hari sekitar pukul 01.30 WITA di SPBU Soping.
Dalam aksi pengetapan berulang tersebut, armada pengetap seperti kendaraan Isuzu Panther dan mobil L300 serta puluhan jerigen diduga bebas menyedot kuota Bio Solar bersubsidi hingga mencapai volume fantastis 3 hingga 4 ton per malam.
Sistem pengawasan digital barcode Pertamina pun diduga disusupi dan dibobol melalui manipulasi pergantian Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB) ganda, seperti temuan penggunaan plat nomor DN 8009 dan DN 8900 yang terkesan sengaja dibiarkan lolos oleh petugas dispenser.
Alur kejahatan tersebut kian membelalakkan mata setelah temuan investigasi mengindikasikan BBM bersubsidi hasil kurasan tersebut ditampung di gudang transit belakang Mall Soping, sebelum dipasok untuk kebutuhan alat berat perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Toili.serta perusahan tambang di Banggai.
Redaksi menengarai carut-marutnya penyaluran BBM subsidi rakyat yang mengalir deras ke sektor industri ini dapat berjalan mulus akibat adanya ‘main mata’ serta bobroknya sistem pengawasan internal di lingkungan SPBU Soping.
Guna membuktikan transparansi di tengah aksi pemblokiran kontak ini, Redaksi Berantastipikornews.co.id menantang manajemen SPBU Soping untuk membuka secara jujur dan transparan log data transaksi digital barcode serta rekaman CCTV pada jam-jam pengetapan tersebut kepada publik dan aparat penegak hukum.
Hermanius meminta Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar dan Sales Area Manager setempat tidak memelihara SPBU nakal yang alergi transparansi, serta mendesak Kepolisian Resor Kota (Polresta) dan Polda Sulawesi Tengah mengusut tuntas dugaan tindak pidana penyalahgunaan BBM bersubsidi ini.
Sebagai garda terdepan kontrol sosial, Media Berantastipikornews.co.id menegaskan tidak akan gertak atau surut langkah sedikit pun oleh aksi pemblokiran kontak, dan siap mengawal kasus penyalahgunaan Bio Solar ini hingga tuntas demi membela hak-hak rakyat kecil.
Redaksi






