TOMEANG, BTN – Polusi udara akibat pembakaran tempurung kelapa kembali menghantui pemukiman warga di Desa Tomeang, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai. Pada Kamis pagi (6/8/2026) sekitar pukul 07.00 WITA, kepulan asap tebal kembali terlihat membubung tinggi dan menyelimuti kawasan padat penduduk tersebut. 9/08/2026
Kondisi ini memicu keluhan meluas dari masyarakat setempat karena berdampak langsung pada kualitas udara harian. Pembakaran yang dilakukan di area pemukiman, tepatnya tak jauh dari Kantor Camat Nuhon, dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan merusak lingkungan pemukiman yang seharusnya asri di pagi hari.
Dampak paling dirasakan warga adalah gangguan kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas di luar rumah. Sejumlah warga mengeluhkan jarak pandang yang terbatas, gangguan pernapasan seperti sesak napas, hingga rasa pedih di mata akibat paparan asap pekat secara langsung.
Situasi kritis ini terjadi bersamaan dengan jam sibuk masyarakat dan anak-anak sekolah. Udara pagi yang seharusnya segar justru dipenuhi polutan saat murid-murid beranjak menuju SD Negeri 1 Tomeang serta warga mulai memulai rutinitas harian mereka.
Jarak pandang pengendara dan pejalan kaki bahkan sempat terganggu secara signifikan di sepanjang jalur utama. Asap tebal melingkupi area jalan dari depan sekolah hingga membentang ke arah Kantor Desa Pakowa, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Salah seorang warga menumpahkan kekecewaannya atas kondisi yang terus berulang ini. “Asapnya sangat pekat, terutama sekitar jam 06.00 hingga 07.00 pagi. Anak-anak rentan batuk dan masyarakat sekitar merasa sangat tidak nyaman saat beraktivitas,” ungkapnya.
Upaya persuasif sebenarnya telah ditempuh oleh otoritas setempat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Pemerintah Desa Tomeang dilaporkan sudah berulang kali memberikan himbauan hingga teguran langsung kepada pihak yang melakukan pembakaran.
Kendati demikian, teguran tersebut tampaknya belum membuahkan hasil dan terkesan diabaikan. Aktivitas pembakaran tempurung kelapa tetap berjalan di lokasi yang sama, padahal letaknya sangat berdekatan dengan pemukiman warga, fasilitas pemerintahan, serta lembaga pendidikan.
Masyarakat kini berharap adanya langkah konkret dan respons cepat dari pihak berwenang. Warga mendesak Pemerintah Desa Tomeang dan Pemerintah Kecamatan Nuhon untuk segera turun tangan memberikan tindakan tegas serta menghadirkan solusi permanen agar ruang udara di kawasan tersebut kembali bersih dan aman.






