BANGGAI LAUT, SULAWESI TENGAH, BTN – Ironi pahit menyelimuti sektor pariwisata Kabupaten Banggai Laut. Di tengah pesona alamnya yang memukau, sejumlah infrastruktur pariwisata yang dibangun dengan dana rakyat kini terbengkalai, menjadi “monumen” kegagalan pengelolaan anggaran. 17/09/2025
Sebuah “Tourism Information Center” yang seharusnya menjadi pintu gerbang informasi bagi wisatawan, kini tampak seperti bangunan tak berpenghuni, ditelan semak belukar. Kondisi serupa juga terlihat pada dive center di Tinakin Laut dan beberapa sarana prasarana lainnya di sejumlah kecamatan.
Pemandangan ini bukan sekadar masalah estetika; ini adalah cerminan dari kegagalan serius dalam perencanaan, pengawasan, dan pemeliharaan. Dana yang seharusnya menjadi investasi untuk mendongkrak ekonomi lokal kini terbuang sia-sia, menguap tanpa manfaat.
Bangunan-bangunan ini, yang mungkin menghabiskan miliaran rupiah dari kas daerah, kini menjadi bukti nyata dari kelalaian.
Kondisi ini bertolak belakang dengan visi Banggai Laut sebagai destinasi unggulan.
Bagaimana mungkin sebuah daerah yang ingin menarik wisatawan justru membiarkan fasilitas vitalnya hancur tak terurus? Praktik ini mengindikasikan bahwa pembangunan infrastruktur hanya sekadar proyek seremonial, tanpa diikuti dengan strategi keberlanjutan dan alokasi dana pemeliharaan yang memadai.
Menanggapi hal ini, salah seorang tokoh masyarakat Banggai Laut, yang enggan disebutkan namanya, memberikan pernyataan pedas.
“Ini jelas sebuah keanehan. Uang rakyat yang digelontorkan untuk membangun fasilitas pariwisata malah dibiarkan begitu saja. Apa yang salah dengan perencanaan mereka?
Kami minta Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan dan mengusut tuntas penyebabnya. Ada apa di balik terbengkalainya sarana ini?
Jangan biarkan uang rakyat terbuang percuma tanpa memberikan manfaat sedikit pun bagi publik,” ujarnya.
*Pernyataan ini mempertegas desakan publik agar ada tindakan tegas.*
Masyarakat Banggai Laut berhak mendapatkan jawaban atas kerugian ini. Siapa yang bertanggung jawab atas pemborosan anggaran ini?
Kami menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pihak terkait. Infrastruktur yang telah dibangun harus segera diaktifkan dan dikelola dengan baik, atau pertanggungjawaban hukum harus ditegakkan.
Jika tidak, potensi wisata Banggai Laut akan selamanya menjadi kisah pilu tentang dana yang dibakar sia-sia.






