KUPANG –BTN 08/01/2026- Baru genap satu hari pasca serah terima jabatan, Kepala Puskesmas Poto yang baru, Albertin Y. R. Nggelan, S.ST., M.Kes., langsung dihadapkan pada tantangan besar. Gelombang pengaduan masyarakat pecah dalam forum audiensi bersama Aliansi Suara Fatbar di Aula Puskesmas Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Rabu (7/1/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Audiensi yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA tersebut merupakan pengalihan dari rencana aksi demonstrasi terbuka. Koordinator Umum Aliansi Suara Fatbar, Justus Petrus, menegaskan bahwa gerakan ini adalah puncak dari akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap sistem pelayanan di bawah kepemimpinan pejabat sebelumnya, Umbu Piter Mila Meha, Amd.Kep.

​Justus mengungkapkan bahwa rekam jejak pelayanan selama masa jabatan Umbu Piter,yang kini dimutasi ke Puskesmas Sulamu,dinilai sangat buruk. Aliansi menilai sosok tersebut tidak layak menduduki jabatan strategis di wilayah manapun di Kabupaten Kupang.

​“Kami mendesak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang untuk tidak menutup mata. Apa yang terjadi di Poto harus menjadi bahan pertimbangan serius. Jangan sampai pola pelayanan yang merugikan masyarakat ini dibawa ke tempat tugas yang baru,” tegas Justus.

​Tak hanya sekedar mengadu, Aliansi Suara Fatbar membawa tuntutan konkret, di antaranya.

Meminta Dinas Kesehatan menjatuhkan sanksi tegas kepada Umbu Piter Mila Meha atas dugaan buruknya pelayanan.

Menuntut pembenahan pada aspek disiplin jam kerja, operasional ambulans, hingga prosedur penanganan pasien melahirkan.

Aliansi tengah merampungkan penghimpunan data dan bukti-bukti lapangan untuk diserahkan langsung kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dalam waktu dekat.

​Meski baru seumur jagung menjabat, Albertin Y. R. Nggelan diharapkan mampu melakukan “cuci gudang” dan membawa perubahan signifikan. Justus berharap poin-poin yang disampaikan menjadi bahan evaluasi mendalam agar masyarakat Fatuleu Barat mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

​”Data sedang kami rampungkan. Kami akan bawa ini ke Dinas Kesehatan agar ada tindakan nyata, bukan sekedar mutasi rutin,” tutup Justus.

Kaperwil NTT Tibo