Scroll Untuk Lanjut Membaca

​KUPANG, BTN – Suasana kelas 5 SDK St. Arnoldus Penfui, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendadak riuh penuh keceriaan pada Rabu (16/9/2026). Kegembiraan para siswa memuncak saat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, hadir di tengah-tengah mereka untuk menyantap sajian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama. 18/09/2026

​Kunjungan kerja yang dikemas secara hangat ini terekam dalam sebuah video yang diunggah di akun pribadi pejabat BGN tersebut. Tanpa sekat formalitas, pria yang akrab disapa Mas Dar ini tak ragu mengambil posisi duduk lesehan di antara deretan bangku kelas bersama para murid.

​Sebelum memulai santap siang, acara dibuka dengan momen khidmat saat seluruh siswa diajak memanjatkan doa bersama. Tradisi baik ini menambah kehangatan suasana di dalam ruangan kelas yang dipenuhi senyum polos anak-anak Kupang.

​Keakraban makin terasa cair ketika Sudaryono mulai melempar interaksi santai dan mengajukan pertanyaan ringan seputar menu favorit harian mereka. Sambil tersenyum, ia penasaran tentang jenis hidangan apa yang paling dinantikan anak-anak setiap harinya.

​”Menu apa yang paling kalian sukai?” tanya Sudaryono di tengah kesibukan para murid membuka wadah ompreng makanan di meja masing-masing.

​Sontak, pertanyaan tersebut dijawab serempak oleh para siswa dengan seruan penuh semangat, “Ayam!” Jawaban polos dan kompak dari para murid kelas 5 itu pun seketika menghidupkan gelak tawa dan mencairkan suasana di seluruh penjuru ruang kelas.

​Tidak sekadar menyaksikan, Sudaryono turut menyantap menu yang sama persis dari wadah ompreng MBG seperti yang dibagikan kepada para siswa. Momen kebersamaan ini memangkas jarak antara pejabat negara dan peserta didik, menciptakan kenangan manis bagi anak-anak di sekolah tersebut.

​Kehadiran jajaran BGN di Kota Kupang ini merupakan bagian dari peninjauan lapangan secara langsung guna memastikan efektivitas serta kualitas pelaksanaan Program MBG di wilayah Indonesia Timur. Langkah ini diambil agar evaluasi program dapat dilakukan berbasis realita di lapangan.

​Melalui interaksi langsung ini, BGN dapat mengamati secara objektif bagaimana asupan gizi tersebut diterima, dinikmati, serta memberikan dampak positif bagi keceriaan dan kesehatan tumbuh kembang para generasi penerus bangsa.

Tibo Kaperwil NTT