Berantastipikornews.co.id
Bengkalis – Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau, Bupati Bengkalis Kasmarni mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut menyemarakkan perhelatan akbar tersebut.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat bernomor 100.4.4/115/KOM.SEK tentang Partisipasi Menyemarakkan Musabaqah Tilawatil Quran ke-43 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis Tahun 2025.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.3101/N/2024 tanggal 11 Juni 2024, Kabupaten Bengkalis resmi ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ ke-43 tingkat Provinsi Riau, yang akan dilaksanakan pada 28 Juni hingga 5 Juli 2025.
“MTQ ini merupakan kehormatan dan tanggung jawab besar bagi Kabupaten Bengkalis. Untuk itu, saya mengimbau seluruh kepala perangkat daerah, camat, pimpinan BUMN, BUMD, perusahaan swasta, instansi vertikal, perguruan tinggi, kepala satuan pendidikan, hingga pengurus masjid dan mushalla agar berpartisipasi aktif menyukseskan dan menyemarakkan kegiatan ini,” ujar Bupati Kasmarni saat dikonfirmasi, Rabu (18/6/2025).
Dalam surat tersebut, Bupati menyampaikan beberapa poin penting yang perlu menjadi perhatian, diantaranya:
1. Mempercantik, memperindah, dan menjaga kebersihan serta keamanan lingkungan sekitar.
2. Terhitung mulai 27 Mei hingga 7 Juli 2025, memasang umbul-umbul serta baliho/spanduk bertema sukseskan MTQ ke-43. Logo dan tema MTQ dapat diunduh melalui QR Code yang disediakan panitia.
3. Seluruh pegawai/karyawan instansi pemerintah, BUMN/BUMD, hotel dan lainnya diminta mengenakan busana Melayu lengkap dengan songket dan peci selama pelaksanaan MTQ.
4. Lurah dan kepala desa juga diminta untuk mengimbau masyarakat agar turut memasang umbul-umbul di depan rumah masing-masing.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong harus kita hidupkan, agar MTQ ini menjadi kebanggaan dan mempererat persaudaraan antar sesama umat,” tambah Kasmarni.
Pelaksanaan MTQ ke-43 ini menjadi momentum strategis dalam meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta memperkuat identitas budaya Melayu yang religius dan harmonis.
Kabiro Auzar
Kominfo






