MINAHASA SELATAN – BTN 18/04/2026-Pernyataan Rulan Timporok yang mengaku tidak pernah menjadi sumber berita dan membantah keterlibatannya dalam pusaran informasi yang beredar, kini terancam runtuh. Sejumlah bukti otentik yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa yang bersangkutan diduga kuat telah melakukan pembohongan publik untuk menyelamatkan diri dari jeratan hukum.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Berdasarkan data yang diterima redaksi, klaim Timporok bahwa dirinya “tidak tahu-menahu” dipatahkan oleh rekam jejak digital yang tak terbantahkan. Ditemukan bukti berupa pesan tertulis dan dokumen gambar yang dikirimkan langsung oleh Rulan Timporok kepada seseorang bernama Meikel.

​Pesan-pesan tersebut bukan sekedar obrolan biasa, melainkan bukti instruksi dan koordinasi yang mengonfirmasi bahwa kejadian yang diberitakan sebelumnya benar-benar terjadi. Bukti ini menjadi “kartu mati” yang membuktikan bahwa Timporok bukan sekedar narasumber, melainkan aktor yang terlibat aktif dalam alur informasi tersebut.

​Lebih mengejutkan lagi, penelusuran internal mengungkap bahwa Rulan Timporok tercatat sebagai anggota aktif di media Berantastipikornews (BTN). Status keanggotaan ini mempertegas adanya konflik kepentingan dan upaya pengaburan status profesionalnya di mata publik.

​”Sangat naif jika seseorang yang aktif dalam struktur media mengklaim dirinya tidak pernah menjadi sumber berita, sementara bukti pengiriman data dan komunikasi koordinasi tersimpan rapi sebagai bukti otentik,” ujar seorang praktisi hukum yang memantau kasus ini.

​Dengan munculnya bukti-bukti otentik ini, posisi Rulan Timporok kini berbalik terpojok. Langkahnya yang mencoba menggiring opini publik bahwa berita tersebut adalah “hoaks” justru dapat dikategorikan sebagai penyebaran keterangan palsu.

​Pihak-pihak yang memegang bukti otentik tersebut dikabarkan sedang menyiapkan langkah hukum untuk membuktikan bahwa laporan yang mereka tayangkan bukanlah isapan jempol belaka, melainkan fakta yang didukung oleh data primer langsung dari tangan Timporok.

​”Publik harus tahu siapa yang sebenarnya berbohong. Bukti gambar dan tulisan itu adalah fakta, dan fakta tidak bisa lari dari kenyataan,” tegas sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Redaksi