Scroll Untuk Lanjut Membaca

SUMBA TIMUR, NTT, BTN — Satu unit Honda CRF yang dilaporkan hilang di Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur, kini ditemukan di Kabupaten Sumba Tengah. Perpindahan kendaraan dari satu kabupaten ke kabupaten lain membuka babak baru pengungkapan dugaan jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah di Pulau Sumba. 23/09/2026

Kasus ini bermula dari laporan kehilangan Honda CRF pada 17 Februari 2026. Penyelidikan Tim Resmob Sat Reskrim Polres Sumba Timur bersama Sat Intelkam kemudian bergerak menelusuri jejak kendaraan hingga mengarah ke Kabupaten Sumba Tengah.

Di wilayah tersebut, jajaran Polsek Katikutana, Polres Sumba Tengah, mengamankan seorang terduga pelaku berinisial D.U.B.P., warga Sumba Tengah, bersama dua unit sepeda motor, masing-masing Honda Beat dan Honda CRF.

Temuan Honda CRF menjadi titik penting bagi penyidik. Setelah dilakukan koordinasi dan pendalaman terhadap asal-usul kendaraan, polisi menduga CRF tersebut berkaitan dengan kasus pencurian yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumba Timur.

Dari Sumba Timur ke Sumba Tengah: Jejak Kendaraan Mulai Terkuak

Dalam pemeriksaan awal, D.U.B.P. mengakui keterlibatannya dalam pencurian Honda CRF di Kecamatan Nggaha Ori Angu.

Pengakuan tersebut kemudian mengarah kepada seorang lainnya berinisial K.B., warga Kabupaten Sumba Barat, yang disebut sebagai rekan dalam aksi tersebut.

Namun, K.B. kini masih dalam pencarian. Polisi menyebut yang bersangkutan melarikan diri setelah mengetahui rekannya diamankan.

Rangkaian fakta tersebut membuat penyidik tidak hanya mengejar satu pelaku, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain serta keterkaitan dengan perkara curanmor lainnya.

CRF Berubah Bentuk, Polisi Dalami Jejaknya

Satu unit Honda CRF yang diamankan sebagai barang bukti disebut telah mengalami perubahan bentuk setelah berada dalam penguasaan para terduga pelaku.

Perubahan tersebut menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik untuk memastikan identitas kendaraan sekaligus menelusuri perjalanan sepeda motor sejak meninggalkan lokasi pencurian hingga akhirnya ditemukan di Sumba Tengah.

Dari Sumba Timur menuju Sumba Tengah. Dari satu kendaraan menuju nama lain. Dari satu pelaku menuju dugaan jaringan yang lebih luas.

Di titik inilah pengungkapan kasus CRF tersebut menjadi penting untuk melihat apakah perkara ini berdiri sendiri atau memiliki keterkaitan dengan kasus curanmor lain di Pulau Sumba.

Empat Kabupaten Masuk Radar Penyelidikan

Polisi menyebut penyelidikan juga memetakan kemungkinan aktivitas pencurian kendaraan bermotor lintas kabupaten, meliputi Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat hingga Sumba Barat Daya.

Pemetaan lintas wilayah tersebut menjadi penting karena kendaraan hasil kejahatan dapat berpindah wilayah sehingga menyulitkan penelusuran asal-usulnya.

Kapolres Sumba Timur AKBP Nanang Wahyudi menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan perkara dan membangun koordinasi dengan kepolisian di wilayah lain.

“Kami akan terus melakukan pengembangan dan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah lain untuk mengungkap jaringan pencurian kendaraan bermotor, termasuk yang melibatkan pelaku lintas kabupaten,” ujar Kapolres.

Satu CRF, Dua Kabupaten, Satu Pertanyaan Besar

Kini satu unit Honda CRF telah berada dalam penguasaan polisi. Satu terduga pelaku telah diamankan, sementara seorang lainnya masih dicari.

Namun perkara belum selesai.

Pertanyaan besarnya: apakah CRF yang dicuri di Sumba Timur dan ditemukan di Sumba Tengah hanya sebuah kasus tunggal, atau menjadi pintu masuk untuk membongkar rantai curanmor yang bergerak melintasi kabupaten di Pulau Sumba?

Polres Sumba Timur masih melakukan pengembangan dan mendalami kemungkinan keterkaitan para terduga dengan perkara curanmor lainnya.

Satu kendaraan telah ditemukan. Satu jejak telah terbuka. Kini mata penyidik tertuju pada ke mana jejak berikutnya mengarah.

~Sumba Everyday