KODI, SBD ,BTN — Upaya penegakan dan kepastian hukum terus ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) SBD. Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumba Barat Daya berhasil membekuk empat terduga pelaku aksi pembobolan brankas yang meresahkan warga di Desa Kapaka Madeta, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. 1/10/2026
Kasus ini bermula dari musibah yang menimpa Plipus Bani, seorang warga Desa Kapaka Madeta. Ia mengaku kehilangan uang tunai sebesar Rp290 juta yang disimpan rapi di dalam brankas rumahnya pada Jumat, 25 September 2026 lalu.
Saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (29/9/2026), Plipus Bani menceritakan bahwa peristiwa pembobolan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.30 WITA. Saat insiden berlangsung, kondisi rumah dalam keadaan kosong karena ia beserta seluruh anggotanya sedang berpergian.
”Saat kejadian, kami sekeluarga sedang menghadiri acara pesta di Rada Hemba, Desa Watu Wona, Kecamatan Kodi,” ungkap Plipus Bani dengan nada lesu saat ditemui di rumah kediamannya.
Tidak tinggal diam atas musibah berat yang dialaminya, Plipus bersama sang istri langsung bergegas mengambil tindakan hukum. Mereka mendatangi Markas Polres Sumba Barat Daya pada Selasa (29/9/2026) pagi untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi.
Menerima laporan dari korban, Tim Satreskrim Polres Sumba Barat Daya bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian. Gerak cepat aparat kepolisian tersebut membuahkan hasil manis dalam waktu yang relatif singkat.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, petugas berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku pembobolan. Menariknya, para pelaku yang diduga merupakan spesialis pembobol brankas ini ditengarai masih merupakan warga dari desa yang sama dengan korban.
Di lokasi kejadian, anggota Satreskrim Polres SBD terlihat mengamankan dan mengangkut barang bukti berupa brankas milik korban yang telah dibobol. Seluruh barang bukti bersama para terduga pelaku langsung digiring ke Mapolres SBD guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih fokus melakukan pendalaman dan pemeriksaan intensif terhadap para terduga pelaku. Masyarakat berharap kepolisian dapat membongkar tuntas motif serta dalang utama di balik aksi kejahatan yang merugikan warga hingga ratusan juta rupiah ini.
Tibo kaperwil NTT






