SUMBA BARAT DAYA, BTN — Duka dan kepanikan melanda masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang wilayah tersebut secara mendadak pada Minggu pagi (4/10/2026), memicu gelombang kepanikan warga di berbagai titik lokasi. 5/10/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), getaran gempa tercatat terjadi tepat pada pukul 05.55 WIB. Pusat gempa terdeteksi berada di darat/laut pada koordinat 9.70 LS dan 118.92 BT, atau berjarak sekitar 14 kilometer arah barat daya Kecamatan Kodi, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.

​Meski BMKG mengonfirmasi bahwa guncangan ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami, dahsyatnya getaran di kedalaman dangkal tersebut sudah cukup untuk menggetarkan bangunan dan membuat ribuan warga terkejut dari tidurnya.

​Suasana panik mencekam melanda warga yang bermukim di wilayah Kodi, Wewewa Timur, hingga Tambolaka. Warga yang panik berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri menuju area terbuka guna menghindari risiko reruntuhan bangunan.

​Peristiwa memilukan dilaporkan terjadi di tengah suasana mencekam tersebut. Seorang warga lokal dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung setelah terkejut hebat saat getaran kuat menghantam kediamannya secara tiba-tiba.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban mengalami sesak napas mendadak akibat syok berat saat gempa berlangsung. Korban sempat mendapatkan pertolongan awal dari keluarga, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

​Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat Daya bersama jajaran Polres SBD telah menerjunkan tim gabungan ke lokasi-lokasi terdampak. Petugas tengah melakukan pendataan menyeluruh terkait kerusakan infrastruktur maupun kemungkinan adanya korban tambahan.

​BMKG terus mengimbau masyarakat Sumba Barat Daya dan sekitarnya agar tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan (aftershocks).

​Masyarakat juga diminta untuk memastikan struktur bangunan tempat tinggal mereka cukup aman dan tidak mengalami retak parah sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.