Tambolaka, BTN – 18/06/2026, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumba Barat Daya menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya 17 Juni 2026.
Dalam aksi tersebut, GMNI menyuarakan sejumlah tuntutan. Pertama, soal kenaikan harga BBM yang dinilai memberatkan masyarakat kecil di Kabupaten SBD. “Kenaikan BBM berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok dan ongkos transportasi. Pemerintah harus punya solusi konkret,” teriak salah satu orator.
Kedua, massa aksi juga menyoroti hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). GMNI meminta transparansi pengelolaan dan mempertanyakan manfaat nyata Kopdes bagi ekonomi masyarakat desa.
Ketiga, terkait aktivitas penambangan pasir di wilayah SBD. GMNI mendesak pemerintah daerah dan DPRD untuk menertibkan tambang pasir yang diduga ilegal dan merusak lingkungan. “Jangan sampai sumber daya alam SBD dikeruk tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar,” tegas Koordinator Lapangan aksi.
GMNI juga mempertanyakan fungsi legislatif yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya. Mereka menilai DPRD SBD belum maksimal menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi, terutama dalam mengawal isu-isu kerakyatan.
Isu lain yang dibawa adalah kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres SBD. GMNI meminta Polres dan Pemkab SBD lebih serius menangani kasus-kasus kekerasan, serta memperkuat upaya pencegahan dan perlindungan korban.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat Polres SBD. Perwakilan DPRD SBD dan Pemkab SBD menerima massa aksi dan berjanji akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.
“Kami tampung semua aspirasi adik-adik mahasiswa. Akan kami bahas bersama pihak eksekutif dan instansi terkait,” ujar [nama perwakilan DPRD/Pemkab] saat menemui massa aksi.
Massa aksi membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan pernyataan sikap dan menyerahkan dokumen tuntutan kepada pihak DPRD SBD.
**** Berantas TipikorNews Co.id ****
Kabiro SBD, EMAN LEDU.






