​BANGGAI KEPULAUAN, BTN — Kasus dugaan tindak pidana korupsi di Desa Tomboniki, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, kembali mencuat setelah enam tahun mandek tanpa kejelasan. Pelapor kasus tersebut, Ibu Pina, kini menyampaikan kekecewaan dan kecurigaan serius terhadap lambatnya penanganan, khususnya menyoroti sikap Inspektur Pembantu (Irban) IV dan Camat Liang yang dinilai ‘bisu dan tuli’ terhadap aduan yang masuk. 6/11/2025

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ibu Pina, selaku pelapor, secara terbuka menyatakan rasa penasaran dan kekhawatiran mengenai potensi adanya upaya penghindaran kasus. Beliau mempertanyakan apakah Irban IV, Camat Liang, dan Kepala Desa Tomboniki saling membantu satu sama lain untuk berupaya menghindari proses hukum, ataukah profesionalisme akan kembali menyadarkan para pejabat tersebut.

Menurut keterangan Ibu Pina, aduan mengenai dugaan korupsi di Desa Tomboniki telah disampaikan sejak enam tahun lalu. Namun, selama periode tersebut, respons dan tindak lanjut dari pihak terkait, terutama Camat Liang dan Irban IV, dianggap tidak memadai, memunculkan istilah ‘bisu dan tuli’ bahkan ada dugaan setelah pemeriksaan Para Auditor Mendapatkan Ikan Satu Gabus,yang diberikan pada pejabat yang seharusnya mengawal tata kelola pemerintahan desa.

​”Kami penasaran apakah Irban IV, Camat Liang, dan Kepala Desa saling membantu satu sama lain untuk berupaya menghindari kasus ini, ataukah profesionalisme kerja kembali menyadarkan mereka bertiga. Mengingat, Camat Liang dan Irban IV di anggap bisu dan tuli dari persoalan yang ada di Desa Tomboniki selama enam tahun terakhir ini (tahun yang masuk aduan pelapor),” ujar Ibu Pina.

Ibu Pina menegaskan bahwa tujuan utama beliau adalah penegakan kebenaran. Pihaknya sangat berharap agar semua pihak yang terlibat dalam penanganan kasus ini, baik di tingkat lokal maupun pengawas, dapat menunjukkan integritas dan profesionalisme kerja.

​”Harapannya semoga mereka benar-benar menegakkan kebenaran. Karena ingat, apapun itu kebenaran akan senantiasa menemukan jalannya sendiri sekalipun dunia mengingkarinya,” tutup Ibu Pina, mengakhiri pesannya kepada publik dan pihak berwenang.