PALU – BTN 30/04/2026-Sebuah pencapaian prestisius kembali ditorehkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di kancah nasional. Berdasarkan hasil riset terbaru yang dirilis oleh lembaga Muda Bicara ID, figur pemimpin Bumi Tadulako ini berhasil mengukuhkan posisinya dalam daftar eksklusif 10 Gubernur dengan kinerja terbaik di seluruh Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Pencapaian ini bukanlah hal yang biasa, mengingat penilaian dilakukan oleh segmen masyarakat yang paling kritis, yakni generasi muda. Dalam laporan bertajuk “Bicara Data Q1-2026”, Anwar Hafid secara meyakinkan menempati peringkat ke-6 nasional dengan raihan persentase sebesar 7,00 persen, mengungguli banyak nama besar di kancah politik tanah air.

​Survei yang dilakukan sepanjang periode 1 hingga 31 Maret 2026 ini memotret persepsi anak muda di 38 provinsi. Hasilnya menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah komando Anwar Hafid mendapatkan resonansi positif yang melampaui batas-batas wilayah administratif provinsi.

​Masuknya Anwar Hafid dalam jajaran elit ini menempatkan Sulawesi Tengah bersanding dengan provinsi-provinsi kunci seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Maluku Utara. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas kepemimpinan di Indonesia Timur kini mampu bersaing dan bahkan melampaui standar kinerja di wilayah barat Indonesia.

​Indikator utama yang menjadi barometer penilaian dalam survei ini meliputi kepuasan terhadap jalannya pemerintahan dan ketepatan kebijakan. Anak muda menilai bahwa langkah-langkah strategis yang diambil Pemprov Sulteng selaras dengan kebutuhan rill masyarakat di tingkat bawah.

​Selain itu, aspek ekonomi menjadi poin krusial yang mengangkat posisi sang Gubernur. Kemampuan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika global dianggap sebagai prestasi yang memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha muda dan pekerja kreatif di Sulawesi Tengah.

​Tak hanya soal angka makro, survei Muda Bicara ID juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap isu kesehatan mental anak muda. Kebijakan yang inklusif dan penyediaan ruang kolaborasi bagi generasi Z serta milenial menjadi variabel pembeda yang memperkuat posisi Anwar Hafid dalam riset ini.

​Jika menilik urutan peringkat, posisi Anwar Hafid berada di atas tokoh-tokoh populer lainnya. Sebut saja Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang tertahan di angka 3,10 persen, serta I Wayan Koster dari Bali yang memperoleh 2,40 persen.

​Keberhasilan menyalip provinsi-provinsi dengan basis publikasi yang masif menunjukkan bahwa kinerja Anwar Hafid lebih banyak bicara melalui fakta di lapangan daripada sekedar citra di media sosial. Hal ini memberikan kesan kepemimpinan yang elegan, teknokratis, namun tetap menyentuh sisi humanis.

​Dengan jumlah responden sebanyak 800 orang yang tersebar secara proporsional di seluruh Indonesia, validitas data ini memberikan gambaran objektif mengenai siapa saja pemimpin daerah yang benar-benar bekerja untuk masa depan generasi penerus bangsa.

​Bagi Sulawesi Tengah, hasil survei ini adalah sebuah pengakuan internasional (nasional) atas transformasi yang sedang berlangsung. Bumi Tadulako kini tidak lagi hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga karena kualitas sumber daya kepemimpinannya yang mumpuni.

​Analis kebijakan publik menilai bahwa gaya komunikasi Anwar Hafid yang lugas dan terbuka menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda. Generasi saat ini cenderung menyukai pemimpin yang mampu memberikan solusi konkret atas persoalan pengangguran dan akses pendidikan.

​Di sisi lain, prestasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulteng. Pengakuan nasional ini harus dijawab dengan konsistensi kinerja yang lebih tajam dan inovasi yang lebih berani di sisa masa jabatan.

​Momentum ini juga menegaskan bahwa Sulawesi Tengah telah bertransformasi menjadi salah satu lokomotif pembangunan di Indonesia. Kepemimpinan Anwar Hafid terbukti mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi dalam peta persaingan prestasi antar-kepala daerah.

​Sebagai penutup, raihan 7,00 persen ini adalah mandat moral dari anak muda Indonesia bagi Anwar Hafid untuk terus mengabdi. Ini adalah bukti bahwa kerja keras yang dilakukan dengan integritas akan selalu menemukan jalannya untuk diapresiasi oleh rakyat, terutama oleh mereka yang akan memimpin bangsa ini di masa depan.

Redaksi/simbil