Scroll Untuk Lanjut Membaca

SUMBA TIMUR, NTT, BTN — Gemuruh pacuan kuda HUMBA CUP IV di Lapangan Rihi Eti, Kabupaten Sumba Timur, tidak hanya berbicara soal kemenangan di lintasan. Di tengah persaingan para joki dan pemilik kuda, muncul gerakan kemanusiaan yang mengirim pesan tegas: ketika Flores berduka, Sumba tidak boleh berpangku tangan. Jumat 21/08/2026

Panitia HUMBA CUP IV mengambil langkah nyata dengan membuka penggalangan dana bagi masyarakat Flores yang terdampak bencana gempa bumi. Setiap pemilik kuda yang mengikuti race perdana setiap kelas diwajibkan menyiapkan dana lelang minimal Rp50.000.

Langkah tersebut ditegaskan Umbu Tamu Ridi, anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur sekaligus panitia pelaksana.

“Bencana gempa bumi Flores adalah bencana kita semua.”

Kalimat itu bukan sekadar seruan. Di arena pacuan kuda, kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk aksi nyata.

Pada hari kedua, hasil pungutan lelang dari race perdana Kelas P1, Kelas B, dan Kelas E Super mencapai Rp6.208.500. Ditambah hasil pengumpulan pada hari pertama dan dana dari kotak amal, total donasi yang terkumpul selama dua hari mencapai Rp13.365.000 atau sekitar Rp13,3 juta.

Seluruh dana tersebut akan didonasikan untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.

Dari Arena Pacuan Kuda, Sumba Kirim Pesan Keras

HUMBA CUP IV akhirnya tidak hanya menjadi tontonan olahraga tradisional. Arena pacuan kuda itu berubah menjadi ruang solidaritas.

Para pemilik kuda, peserta, penonton, dan masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak harus menunggu datangnya bantuan besar dari pemerintah atau lembaga tertentu.

Masyarakat bisa bergerak. Masyarakat bisa membantu. Dan masyarakat Sumba memilih untuk berdiri bersama Flores.

Di tengah situasi ketika korban bencana membutuhkan uluran tangan, gerakan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan NTT bukan hanya terletak pada pemerintah, tetapi juga pada solidaritas masyarakatnya.

HUMBA CUP IV pun meninggalkan pesan yang jauh lebih besar daripada sekedar siapa yang menjadi juara di lintasan.

Dari Sumba Timur untuk Flores: kami tidak melupakan kalian.

Panitia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kemanusiaan dan membantu saudara-saudari di Flores hingga mereka mampu bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Flores berduka, Sumba bergerak. NTT bersatu untuk kemanusiaan.

Alex Ratu Peha.