SUMBA BARAT DAYA, BTN — 26 Maret 2026 – Praktik kesewenang-wenangan di tingkat desa kembali mencuat ke permukaan. Kasus pemberhentian non-prosedural terhadap empat perangkat Desa Onggol kini memasuki babak baru yang memalukan, instruksi langsung Bupati Sumba Barat Daya diduga diabaikan oleh bawahannya sendiri.
Meskipun Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST, telah mengeluarkan perintah tegas kepada Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes) untuk membatalkan pemecatan sepihak tersebut, hingga saat ini tidak ada tindakan nyata di lapangan. Perintah untuk mengembalikan keempat perangkat desa ke posisi semula seolah hanya menjadi “macan kertas” di meja dinas.
Sikap abai yang ditunjukkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) memicu tanda tanya besar. Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya (25/3/2026), Kepala Dinas PMD memberikan jawaban diplomatis yang terkesan mengulur waktu “Belum, saya akan koordinasi dengan Kabid Pemdes.”
Pernyataan “masih koordinasi” ini dinilai sebagai bentuk pelemahan terhadap wibawa pimpinan daerah. Publik melihat adanya indikasi pembiaran terhadap tindakan arogan Kepala Desa Onggol yang menabrak aturan perundang-undangan tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.
Masyarakat Desa Onggol kini berada di titik jenuh. Pemecatan yang dilakukan tanpa prosedur hukum yang sah bukan hanya merugikan para perangkat desa secara personal, tetapi juga melumpuhkan roda pelayanan publik di desa tersebut.
”Kami tidak butuh janji koordinasi yang bertele-tele. Bupati sudah memerintahkan, artinya aturan harus ditegakkan. Mengapa Dinas PMD justru terkesan melindungi kebijakan Kepala Desa yang salah?” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.
Media Berantas Tipikornews akan terus mengawal kasus ini hingga keempat perangkat desa tersebut mendapatkan haknya kembali. Jika instruksi Bupati saja berani diabaikan, maka patut dipertanyakan siapa sebenarnya yang memegang kendali atas kebijakan Pemerintahan Desa di Sumba Barat Daya.
Dinas PMD harus segera menunjukkan taringnya, “Panggil Kepala Desa Onggol sekarang juga atau akui bahwa birokrasi kita memang sedang sakit!
Laporan Oleh:Eman Ledu






