Scroll Untuk Lanjut Membaca

​SUMBA BARAT DAYA, BTN — Kepolisian Kawasan Pelabuhan Laut (KPPP) Waikelo terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman maraknya aktivitas ilegal di wilayah pesisir. Langkah tegas ini diambil guna membendung aksi oknum tidak bertanggung jawab yang nekat menyelundupkan ternak demi meraup keuntungan pribadi tanpa memedulikan aturan hukum serta reputasi Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). 4/08/2026

​Kepala Pos Polisi (Kapospol) KPPP Laut Waikelo, Aipda Anadap Adonis, menegaskan komitmennya untuk menyapu bersih jalur-jalur tikus yang kerap dimanfaatkan sebagai pintu masuk penyelundupan ternak, seperti kerbau dan babi, dari luar pulau. Ia mengutuk keras praktik jahat yang merugikan daerah dan merusak stabilitas ekonomi serta kesehatan ternak lokal tersebut.

​Aipda Anadap mengungkapkan bahwa personel KPPP Laut Waikelo secara rutin menggelar patroli malam guna mengawasi pergerakan kapal-kapal mencurigakan di perairan SBD. Upaya penyisiran laut ini dilakukan secara berkala demi memastikan wilayah hukum pelabuhan dan sekitarnya tetap kondusif dari tindak kejahatan maritim.

​Aksi nyata keberanian petugas terlihat pada dini hari sekitar pukul 01.00 WITA, saat tim patroli mendeteksi pergerakan unit perahu motor misterius di tengah kegelapan laut. Tanpa ragu, Aipda Anadap bersama anggotanya langsung melakukan Pengejaran Terukur untuk menghentikan armada yang diduga kuat mengangkut ternak ilegal tersebut.

​Namun, proses pengejaran melintasi ombak malam tidak berjalan mudah akibat terbatasnya sarana dan prasarana penunjang di lapangan. Petugas yang hanya mengandalkan perahu berukuran kecil serta penerangan lampu senter harus berjuang keras menembus pekatnya malam demi mengejar target.

​Faktor kecepatan perahu motor pelaku yang sangat tinggi akhirnya menjadi kendala utama dalam operasi penangkapan malam itu. Kendati perahu target berhasil meloloskan diri dari kejaran petugas di tengah laut, aksi siaga ini membuktikan keseriusan polisi dalam menjaga perbatasan perairan daerah dari peredaran barang maupun hewan tanpa dokumen resmi.

​Menanggapi rumor yang beredar mengenai adanya pengeluaran atau penurunan ternak ilegal di kawasan Pantai Humma, Aipda Anadap menegaskan bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima laporan valid atau menemukan bukti fisik di lapangan. Kendati demikian, seluruh informasi dari masyarakat akan tetap ditampung dan ditindaklanjuti melalui penyelidikan mendalam.

​Ke depan, KPPP Laut Waikelo berjanji akan memperketat pengawasan di seluruh titik rawan pesisir pantai dan mengajak masyarakat serta para nelayan lokal untuk aktif berkolaborasi. Warga diimbau segera melaporkan setiap pergerakan kapal atau aktivitas mencurigakan demi menjaga ketertiban umum dan memelihara nama baik Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kabiro SBD, Eman Ledu.