Scroll Untuk Lanjut Membaca

POSO, BTN — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sejak Sabtu malam (12/9/2026), hingga Minggu (14/9/2026) masih belum sepenuhnya dapat dipadamkan.

Kobaran api dilaporkan telah membakar sekitar 50 hektare lahan. Api juga menghanguskan sebagian bangunan SMAN 1 Pamona Selatan dan Kantor PNM.

Situasi semakin mengkhawatirkan setelah kobaran api sempat mendekati kawasan permukiman warga, sejumlah fasilitas umum, hingga kawasan Jalan Trans Sulawesi.

Tim gabungan yang terdiri dari Damkar, BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat terus melakukan upaya pemadaman dan pembatasan api agar tidak meluas ke wilayah lainnya.

Proses pemadaman berlangsung dalam kondisi yang cukup berat. Petugas harus berjibaku menghadapi asap pekat, suhu panas, serta medan kebakaran yang menyulitkan proses penanganan.

Dalam proses pemadaman tersebut, dua personel Damkar Kabupaten Poso dilaporkan pingsan akibat kelelahan pada Minggu (13/9/2026).

Keduanya kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka diduga mengalami kelelahan setelah ikut terlibat dalam proses pemadaman yang telah berlangsung sejak malam sebelumnya.

Hingga informasi ini diterbitkan, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk menangani titik-titik api yang tersisa sekaligus mengantisipasi kemungkinan api kembali meluas.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan Karhutla tidak hanya menyangkut persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, perlindungan fasilitas publik, serta keselamatan para petugas di garis depan.

Upaya pemadaman masih terus dilakukan sambil menunggu perkembangan kondisi di lapangan.