POSO, BTN — Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) besar melanda Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, sejak Sabtu, 12 September 2026. Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan dan masyarakat masih berjibaku memadamkan api. 14/09/2026
Kebakaran menghanguskan area kurang lebih 50 hektar lahan. Rinciannya terdiri dari lahan perkebunan durian milik warga kurang lebih 15 hektar dan lahan kosong / semak belukar kurang lebih 35 hektar.
Api yang dipicu kondisi lahan gambut yang sangat kering dan angin kencang di musim kemarau ini dengan cepat merambat dan melalap 1 gedung Aula dan 3 gedung kelas (7 ruang kelas) SMA 1 Pamona Selatan yang berada di wilayah Desa Pasir Putih.
Upaya pemadaman dilakukan secara besar-besaran dengan mengerahkan personel gabungan, terdiri dari: BPBD,
Personel Polsek Pamona Selatan, Kodim 1307, Kompi 714 Pamona Selatan, Koramil Pamona Selatan, Kompi Brimob Pamona Selatan, Damkar Pamona Selatan, Damkar Kabupaten Poso, Damkar Tentena, dan Damkar Luwu Timur.
Selain aparat, warga dari beberapa desa di Kecamatan Pamona Selatan juga turun langsung membantu memadamkan api. Warga yang terlibat berasal dari Desa Pandayora, Pandajaya, Mayajaya, Bangunjaya, Mayoa, Uelene, Pendolo dan Pasir Putih. Sekitar ratusan warga membuat sekat bakar dan menyiram titik api dengan peralatan seadanya.
Di tengah upaya pemadaman, Relawan Bapena (Badan Penanggulangan Bencana) PPNI Kabupaten Poso, Moh. Irfan Thohri berada langsung di lokasi kejadian membantu penanganan darurat dan pendampingan warga terdampak.
Selain membantu proses evakuasi dan pemantauan kesehatan warga, Relawan Bapena PPNI Kab. Poso juga melakukan aksi kemanusiaan dengan membagikan masker gratis kepada masyarakat dan para relawan di lapangan untuk mengantisipasi dampak kabut asap tebal akibat Karhutla.
Karakteristik lahan gambut yang apinya dapat bertahan di bawah permukaan tanah menjadi kendala utama pemadaman. Petugas masih terus melakukan monitoring dan penyiraman untuk mencegah api menyala kembali dan merembet ke permukiman warga.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, sementara kerugian material, termasuk kerusakan gedung sekolah dan perkebunan durian warga, masih dalam pendataan.






