Banggai Kepulauan – BTN 29/10/2026-Penanganan cepat dan sinergi lintas instansi ditunjukkan dalam insiden kebakaran lahan yang melanda Desa Kautu, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), pada Kamis (29/10/2026). Peristiwa yang terjadi di dekat kawasan permukiman warga ini langsung memicu respons tanggap darurat dari unsur kepolisian, tim penanggulangan bencana, hingga masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan resmi di lapangan, musibah tersebut menghanguskan area lahan seluas kurang lebih 4 hektare. Meskipun kobaran api sempat merambat mendekati pemukiman penduduk, situasi hingga Kamis malam pukul 21.00 Wita dipastikan tetap aman dan terkendali. Aparat gabungan memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, sementara pendataan terkait kerugian material masih terus dilakukan.
Kasat Intelkam Polres Banggai Kepulauan, AKP Yohanis Joni Sarasak, S.H., memaparkan kronologi awal mula kemunculan api yang terdeteksi warga. Kepulan asap pertama kali terlihat di area lahan pada pagi hari sekitar pukul 07.30 Wita oleh warga yang melintas. Situasi kemudian berlanjut pada siang hari sekitar pukul 13.30 Wita ketika warga melihat asap tebal muncul di belakang rumah mereka dan segera meminta bantuan warga sekitar.
Respons tanggap darurat langsung digerakkan oleh warga Desa Kautu begitu menyadari api mulai meluas ke lahan lain. Tepat pukul 13.40 Wita, warga berinisiatif mengoordinasikan bantuan dan mulai berjibaku memadamkan api secara mandiri sejak pukul 14.00 Wita menggunakan peralatan seadanya demi mencegah rambatan api ke area pemukiman.
Upaya pemadaman mandiri tersebut kemudian diperkuat dengan kehadiran personel gabungan dari Polri dan Dinas Pemadam Kebakaran di lokasi kejadian pada pukul 15.00 Wita. Operasi kemanusiaan ini melibatkan pengerahan kekuatan penuh yang terdiri atas 25 personel Polri, 7 personel Damkar Kabupaten Bangkep, serta 4 personel BPBD yang bahu-membahu bersama warga.
Kendati demikian, tim gabungan di lapangan harus menghadapi berbagai tantangan berat terkait kondisi geografis. Upaya pemadaman sangat terkendala oleh medan berupa bukit berbatu yang terjal, sehingga menyulitkan petugas untuk menjangkau titik-titik api utama secara langsung.
Kaposko Satgas Aman Tinombala Polres Banggai Kepulauan, Iptu Mukhlis, S.H., menjelaskan bahwa operasi pemadaman terpaksa dihentikan sementara pada malam hari setelah melalui konsolidasi tim. Keputusan ini diambil demi mengutamakan keselamatan petugas mengingat kondisi medan yang gelap, terjal, dan berisiko tinggi.
Selain faktor medan, Iptu Mukhlis menambahkan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana turut menjadi kendala di mana armada mobil pemadam tidak dapat masuk ke lokasi karena titik api berada di atas gunung setinggi kurang lebih 50 meter. Sebagai langkah antisipasi, personel gabungan tetap disiagakan di sekitar lokasi dan operasi pemadaman akan dilanjutkan esok hari dengan dukungan yang lebih optimal.
Menanggapi insiden ini, Polres Banggai Kepulauan mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari praktik pembukaan lahan melalui cara membakar, terutama di tengah musim kemarau. Warga juga diminta untuk segera melapor kepada aparat berwenang apabila mendapati adanya titik api atau kepulan asap di sekitar wilayah mereka.
Halil






