SALAKAN, BTN 12 April 2026 – Praktik merangkai narasi palsu untuk menutupi borok kebijakan dan dugaan penyelewengan anggaran di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) kini berada di bawah mikroskop kritik publik. Menanggapi fenomena tersebut, praktisi hukum kenamaan Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., memberikan peringatan keras bagi para aktor intelektual yang kerap membangun “istana kebohongan” demi mengamankan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Dalam pernyataan resminya hari ini, Saleh Gasin menegaskan bahwa upaya menutupi kesalahan dengan kebohongan baru hanyalah sebuah “bom waktu”. Ia menilai, strategi tersebut justru akan menciptakan efek bola salju yang pada akhirnya akan menghancurkan reputasi dan martabat pelakunya sendiri.
“Merangkai kebohongan demi kebohongan bukan perkara mudah, karena satu kebohongan selalu menuntut kebohongan lain untuk menutupinya. Semakin banyak kebohongan dibuat, semakin sulit menjaga cerita tetap konsisten, hingga akhirnya satu celah kecil saja cukup untuk meruntuhkan semuanya,” tegas Saleh Gasin, S.H., M.H.
Ia mengingatkan bahwa kebenaran memiliki jalannya sendiri untuk muncul ke permukaan. “Sebab itu, kebenaran selalu lebih kuat dan lebih mudah dipertahankan daripada rangkaian kebohongan,” imbuhnya dengan nada tajam.
Menariknya, rilis ini juga membawa pesan mendalam bagi seluruh elemen pergerakan di Bangkep. Di tengah upaya sistematis pihak-pihak tertentu yang sengaja memelihara “Kecaparunian” (kekacauan atau ketidakteraturan pikiran/situasi) demi melanggengkan kekuasaan, solidaritas antar-aktivis kini bergeser menjadi lebih sunyi namun mematikan.
Banyak pejuang keadilan di Bangkep mungkin tidak lagi berjalan dalam satu pergerakan yang sama, tidak selalu bersuara di ruang yang sama, dan tidak muncul dengan cara yang sama. Namun, ada kesepakatan tak tertulis untuk tetap terhubung dalam kesenyapan.
“Biar tidak harus selalu terlihat, yang penting tetap ada rasa, ada arah, dan ada kepedulian yang sama. Sebab di keadaan seperti ini, kadang yang paling dibutuhkan bukan keramaian, tapi keterhubungan yang diam-diam tetap hidup, demi mengurangi sedikit kecaparunian yang sengaja dipelihara,” tulis narasi yang beredar di kalangan jejaring investigasi Bangkep hari ini.
Pernyataan kritis dari Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H. yang dipadukan dengan semangat keterhubungan sunyi ini seolah menjadi tamparan keras bagi para pemangku kebijakan di Bangkep yang kerap memberikan keterangan kontradiktif terkait berbagai isu strategis, mulai dari tata kelola infrastruktur hingga transparansi dana daerah.
Redaksi Berantastipikornews akan terus berdiri di garda terdepan untuk memantau setiap “celah kecil” tersebut. Kami percaya bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna, dan tidak ada kebohongan yang mampu menutupi cahaya kebenaran selamanya. Rakyat Bangkep berhak atas informasi yang jujur, bukan sekedar dongeng pengantar tidur dari mereka yang gagal menjaga amanah.
Redaksi Berantastipikornews
Tajam Membedah, Berani Mengungkap Kebenaran dalam Kesenyapan.






