Scroll Untuk Lanjut Membaca

​SUMBA BARAT DAYA, BTN — Aksi bentrokan antaroknum yang diduga penimbun bahan bakar minyak (BBM) pecah di SPBU Radamata, Sumba Barat Daya, pada Senin (8/9/2026) sekitar pukul 12.48 WITA. Kejadian tersebut mendadak memicu kepanikan warga serta para pengendara yang tengah mengantre di lokasi kejadian.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden ini dipicu oleh aksi saling serobot antrean. Ketegangan yang bermula dari adu mulut tersebut dengan cepat memanas hingga berujung pada bentrok fisik.

​Situasi kian mencekam ketika para pelaku mulai menggunakan senjata tajam (sajam) dan lemparan batu untuk saling menyerang. Area sekitar SPBU yang padat kendaraan seketika berubah menjadi arena pertikaian liar.

​Beruntung, sejumlah warga dan pembeli BBM lainnya berinisiatif melerai pertikaian tersebut. Aksi sigap warga berhasil mencegah bentrokan meluas sehingga tidak sampai menelan korban jiwa.

​Meski demikian, peristiwa ini sempat menghentikan aktivitas pengisian BBM di lokasi. Warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas pun terpaksa menyaksikan aksi brutal yang membahayakan keselamatan publik tersebut.

​Insiden bentrokan ini makin menyingkap tabir maraknya praktik penimbunan BBM di SPBU Radamata. Diduga kuat, kelompok oknum tersebut sengaja datang lebih awal untuk menguasai antrean demi meraup BBM dalam jumlah besar secara ilegal.

​Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih terus berupaya mengonfirmasi pihak Polsek Kota Tambolaka serta pengelola SPBU Radamata terkait langkah pengamanan lokasi maupun penindakan hukum terhadap para pelaku.

​Merespons kejadian ini, masyarakat luas mendesak aparat kepolisian untuk segera bertindak tegas. Warga meminta adanya penempatan personel pengawasan secara berkala di lokasi guna memberantas praktik mafia BBM yang kian meresahkan.

​Selain mengganggu hak masyarakat umum untuk mendapatkan akses BBM secara adil, keberadaan para oknum ini dinilai telah mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumba Barat Daya.

​Laporan: Eman Ledu (Kepala Biro Sumba Barat Daya)