TIKUPON – BTN 21/05/2026-Menanggapi insiden yang terjadi antara seorang jurnalis media nasional dengan Sekretaris Desa (Sekdes) sekaligus Sekretaris Panitia di area kegiatan, Pemerintah Desa Tikupon merasa perlu memberikan penjelasan yang berimbang. Langkah ini diambil guna meluruskan dinamika di lapangan demi menjaga hubungan baik yang selama ini telah terjalin.
Selaku Kepala Desa sekaligus Penanggung Jawab Utama kegiatan Semi Open Tournament Pohimun Cup II, saya menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi dalam pelaksanaan momentum olahraga tersebut.
Atas nama seluruh jajaran panitia pelaksana dan Pemerintah Desa Tikupon, kami menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada rekan media yang bersangkutan atas dinamika lapangan yang dirasa kurang berkenan.
Perlu kami jelaskan secara jernih kepada publik, bahwa agenda turnamen sepak bola ini merupakan murni inisiatif dari Pemerintah Desa yang didukung penuh oleh swadaya seluruh lapisan masyarakat Tikupon.
Tujuan utama dari penyelenggaraan kompetisi ini tidak lain adalah untuk mengangkat potensi desa agar lebih dikenal luas, sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal melalui pemberdayaan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Melalui perputaran ekonomi di sekitar area turnamen, warga kami bisa mendapatkan tambahan pendapatan, meskipun disadari bahwa dampak ekonomi dari perhelatan ini masih bersifat temporer atau musiman.
Demi menyukseskan visi mulia tersebut, Pemerintah Desa Tikupon tentu menyadari sepenuhnya bahwa kehadiran dan peran aktif media massa sangat dibutuhkan untuk meliput dan mempublikasikan jalannya kegiatan agar lebih diminati masyarakat luas.
Hingga saat ini, sudah ada beberapa rekan media yang konsisten mengawal jalannya turnamen, dan tentunya keberadaan jurnalis dari Media Berantastipikornews juga sangat kami harapkan kontribusinya untuk mengekspos setiap dinamika positif di desa kami.
Terkait insiden yang terjadi, hal tersebut murni merupakan dinamika tak terduga akibat adanya miskomunikasi serta ketidaktahuan oknum Sekretaris Desa terhadap keberadaan serta tugas penugasan dari perwakilan media terkait.
Faktor kelelahan dan tekanan dalam mengelola jalannya acara besar non-sponsor disinyalir memicu terjadinya salah paham yang semestinya bisa dihindari apabila kedua belah pihak mengedepankan konfirmasi yang tenang.
Pemerintah Desa menekankan bahwa panitia memiliki tanggung jawab besar untuk menyukseskan kegiatan ini dari berbagai lini, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan agar tidak terjadi gesekan atau keributan selama turnamen berlangsung.
Selain sukses penyelenggaraan, panitia juga dituntut untuk protektif terhadap tata kelola pendanaan mandiri, mengingat seluruh anggaran bersumber secara swadaya dan tanpa adanya sokongan dana dari pihak sponsor manapun.
Kondisi inilah yang membuat pihak panitia di lapangan menerapkan pengawasan ketat terhadap setiap pengunjung yang masuk demi memastikan ketertiban, termasuk pemeriksaan karcis masuk ataupun identitas resmi yang berkaitan dengan kegiatan.
Sekali lagi, atas nama panitia dan jajaran Pemerintah Desa Tikupon, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahpahaman ini, dan berharap jalinan kemitraan dengan pers ke depan dapat berjalan dengan lebih komunikatif, harmonis, dan saling mendukung.
Sebagai penutup, Pemerintah Desa Tikupon menegaskan bahwa adanya komentar-komentar atau opini yang beredar di akun media sosial “Info Boalemo” terkait masalah ini, adalah sepenuhnya di luar kendali dan tanggung jawab resmi kami.
Redaksi






