SUMBA BARAT, BTN –– Suasana di Kantor Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat mendadak memanas pada Senin (15/9/2026). Puluhan warga bersama keluarga korban mendatangi halaman Mapolres sambil memboyong jenazah salah seorang warga Desa Bali Ledo yang tewas diduga akibat terkena tembakan oknum aparat penegak hukum. 16/09/2026
Langkah dramatis ini diambil pihak keluarga sebagai bentuk protes keras sekaligus desakan nyata untuk menuntut keadilan. Kedatangan rombongan yang membawa jasad korban langsung menyedot perhatian warga sekitar dan membuat situasi di lingkungan Mapolres sempat diselimuti ketegangan tinggi.
Aksi nekad memandikan dan menempatkan jenazah di halaman kantor polisi tersebut merupakan puncak kemarahan keluarga atas peristiwa penembakan yang menewaskan korban. Pihak keluarga merasa ada kejanggalan dalam insiden tersebut sehingga menuntut pertanggungjawaban penuh dari institusi kepolisian setempat.
Dalam tuntutannya, pihak keluarga meminta kepolisian transparan dan tidak menutup-nutupi kronologi sebenarnya yang menyebabkan korban kehilangan nyawa. Mereka juga mendesak agar oknum anggota yang terlibat langsung ditindak tegas dan diproses secara hukum tanpa ada perlindungan internal.
Untuk menjamin proses hukum berjalan adil dan objektif, keluarga menaruh harapan besar kepada jajaran tingkat atas. Mereka mendesak agar Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) serta Divisi Propam segera turun tangan mengawal serta memimpin penyelidikan kasus ini secara menyeluruh.
Merespons gelombang protes warga, jajaran Polres Sumba Barat bergerak cepat dengan mengetatkan pengamanan di area sekitar Mapolres. Pihak kepolisian juga mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengajak perwakilan keluarga korban duduk bersama untuk melakukan mediasi guna meredam tensi massa.
Hingga berita ini diterbitkan, kronologi pasti serta motif di balik insiden dugaan penembakan tersebut masih belum dirilis secara resmi oleh pihak kepolisian. Publik masih menunggu keterangan pers terkait penetapan status oknum anggota maupun langkah hukum awal yang telah diambil.
Tim redaksi BerantasTipikorNews.Co.Id masih terus berupaya mengonfirmasi Kapolres Sumba Barat, Kasi Humas Polres Sumba Barat, hingga Kabid Humas Polda NTT guna mendapatkan klarifikasi resmi serta perkembangan hasil pemeriksaan awal atas insiden tragis ini.
Laporan: Eman Ledu (Kepala Biro Sumba Barat Daya)






