BUKO SELATAN, BTN — Komitmen terhadap pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga integritas, ketelitian, dan tanggung jawab dalam menjalankan setiap amanah. Hal tersebut menjadi prinsip yang ingin dipegang Lili Rindiani Seekan, S.E., dalam menjalankan tugas sebagai Akuntan pada SPPG Apal, Buko Selatan. Senin 10/08/2026
Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi (S.E.), Lili menyatakan kesiapannya untuk menjalankan tugas secara profesional, khususnya dalam memastikan administrasi dan pengelolaan keuangan dapat dilaksanakan secara tertib, akuntabel, transparan, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Program MBG bukan sekedar program pemerintah, tetapi memiliki nuansa misi kemanusiaan karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya pemenuhan gizi. Karena itu, saya harus bekerja secara profesional, penuh tanggung jawab, teliti dan dengan hati yang tulus,” ungkapnya.
Menurutnya, setiap orang yang terlibat dalam pelaksanaan MBG memiliki peran penting. Pengelolaan keuangan menjadi salah satu bagian yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena berkaitan dengan amanah negara dan kepentingan masyarakat penerima manfaat.
Ia menegaskan, profesionalisme bukan hanya soal kemampuan menjalankan pekerjaan, tetapi juga menyangkut kejujuran, kedisiplinan, ketelitian dan keberanian untuk bertanggung jawab terhadap setiap pekerjaan yang dipercayakan.
“Tanpa hati yang tulus dalam bekerja, program apa pun berpotensi tidak berjalan maksimal. Karena itu, saya ingin menjadikan pekerjaan ini sebagai amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” Uangkapnya.
Sebagai Akuntan SPPG, dirinya berharap dapat terus meningkatkan kemampuan dan pemahaman dalam pengelolaan administrasi serta keuangan, sehingga setiap proses dapat dipertanggungjawabkan secara jelas dan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan program MBG.
Ia juga menyadari bahwa menjadi profesional bukanlah sesuatu yang selesai hanya karena memiliki ijazah atau gelar akademik. Profesionalisme harus dibangun melalui proses belajar, pengalaman, evaluasi, kedisiplinan dan komitmen untuk terus memperbaiki diri.
“Saya berharap ke depan dapat menjadi pribadi yang semakin baik dan profesional dalam bekerja. Saya ingin setiap tugas yang diberikan dapat saya laksanakan dengan penuh tanggung jawab, karena yang kita kelola bukan hanya angka, tetapi ada amanah dan kepentingan masyarakat di dalamnya,” tuturnya.
Dengan semangat tersebut, SPPG Apal Buko Selatan diharapkan dapat terus memperkuat tata kelola yang baik, terutama dalam aspek administrasi dan keuangan, sebagai bagian penting dalam memastikan program MBG berjalan secara efektif, tertib dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Profesional dalam bekerja, transparan dalam mengelola, dan tulus dalam mengabdi menjadi prinsip yang harus dijaga agar misi kemanusiaan melalui program MBG dapat terlaksana secara maksimal.






