BANGGAI KEPULAUAN, BTN – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Luwuk melalui program “UNISMUH Menyapa” di Desa Tunggaling, Kecamatan Peling Tengah. 24/07/2026
Salah satu program kemanusiaan yang menjadi prioritas adalah mengunjungi sekaligus melanjutkan pembangunan rumah sederhana bagi seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang selama ini membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat Desa Tunggaling serta didampingi oleh perwakilan Pemerintah Desa Tunggaling, Edi Yauma.
Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial, empati, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan nilai-nilai yang diusung Universitas Muhammadiyah Luwuk.
Proses pembangunan rumah dilakukan secara bertahap dengan memperbaiki bagian-bagian bangunan yang belum selesai agar nantinya dapat menjadi tempat tinggal yang lebih aman, layak, dan nyaman bagi penerima manfaat.
Mahasiswa bersama warga bahu-membahu mengangkat material, memperkuat konstruksi bangunan, hingga menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa.
Abdianto Sumbeang mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi nilai kemanusiaan yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda.
”Melalui kegiatan ini kami belajar bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya melalui teori, tetapi juga melalui aksi nyata. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membawa manfaat dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Jois Malingkas dalam Hal ini Kepala Desa Tunggaling menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang telah memilih program sosial sebagai salah satu fokus pengabdian di Desa Tunggaling.
”Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa KKN yang rela turun langsung membantu masyarakat. Program seperti ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat desa,” tuturnya.
Sementara itu, Sakin Ajib Lupany menilai bahwa kepedulian terhadap kelompok rentan, termasuk ODGJ, merupakan tanggung jawab bersama.
”Semoga kegiatan seperti ini dapat menginspirasi masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada ODGJ. Mereka juga memiliki hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, perhatian, dan kasih sayang dari lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Koordinator Desa (Kordes) KKN Desa Tunggaling, Larry Anpryo Tinude, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh mahasiswa peserta KKN.
”Kegiatan ini sangat baik dan menjadi motivasi bagi kami dalam pembentukan karakter selama menjalani praktik belajar lapangan. Kami belajar tentang arti kepedulian, gotong royong, empati, dan tanggung jawab sosial yang tidak bisa diperoleh hanya di dalam ruang kelas,” tutur Larry Anpryo Tinude.
Program UNISMUH Menyapa diharapkan tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan fisik berupa rumah yang lebih layak, tetapi juga mampu membangun kesadaran masyarakat bahwa ODGJ merupakan bagian dari lingkungan sosial yang harus diperlakukan dengan penuh penghormatan terhadap martabat kemanusiaannya.
Dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai elemen lainnya menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, aman, dan penuh kepedulian.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Luwuk kembali membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah wujud nyata implementasi nilai humanitas, gotong royong, dan kepedulian sosial, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Desa Tunggaling melalui semangat “UNISMUH Menyapa.”
Jein.






