Scroll Untuk Lanjut Membaca

Luwuk, Sulawesi Tengah, BTN – Dalam beberapa minggu terakhir, masyarakat Luwuk timur menghadapi persoalan serius terkait pasokan listrik yang tidak stabil. (14/8/2025)

Mati lampu yang terjadi secara tak beraturan dan tanpa pemberitahuan sebelumnya telah menimbulkan kerugian signifikan bagi pelanggan, baik rumah tangga maupun pelaku usaha.

Gangguan listrik yang terus berulang ini telah mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Ibu-ibu rumah tangga mengeluhkan peralatan elektronik yang berisiko rusak akibat lonjakan arus listrik, sementara anak-anak kesulitan belajar di malam hari.

“Sudah tidak terhitung berapa kali lampu mati dalam seminggu ini. Kami jadi khawatir TV atau kulkas di rumah tiba-tiba rusak,” ujar salah satu warga di

Kecamatan Luwuk Timur
Dampak yang lebih parah dirasakan oleh para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Pemilik warung makan, bengkel las, dan pengusahan rumahan lainnya harus mengalami kerugian material.

Makanan yang disimpan di lemari pendingin menjadi basi, pekerjaan yang membutuhkan listrik terpaksa tertunda, dan omzet harian menurun drastis.

Hingga saat ini, pihak PT. PLN (Persero) Rayon Luwuk belum memberikan penjelasan yang memadai mengenai penyebab pasti dari seringnya pemadaman ini.

Komunikasi yang minim dari pihak PLN membuat masyarakat merasa diabaikan dan tidak mendapatkan kepastian.

Masyarakat Luwuk timur mendesak pihak PLN untuk segera mengambil langkah konkret. Diperlukan perbaikan infrastruktur yang fundamental, serta transparansi dalam menyampaikan informasi terkait jadwal dan penyebab pemadaman.

Stabilitas pasokan listrik adalah hak dasar yang seharusnya dipenuhi, dan ketidakpastian ini tidak hanya mengganggu, tetapi juga merugikan secara ekonomi.

Redaksi