KILONGAN –Banggai BTN 03/04/2026- Sejarah tidak boleh mencatat GOR Kilongan hanya sebagai tumpukan beton tanpa makna. Namun hari ini, masyarakat dipaksa menyaksikan bagaimana sebuah aset negara dengan sengaja “dilupakan” oleh pemangku kebijakan. Gedung yang seharusnya menjadi kawah candradimuka bagi atlet-atlet lokal, kini justru membusuk menjadi monumen kegagalan birokrasi.
Rilis ini bukan sekedar kabar burung, melainkan upaya Melawan Lupa atas penguapan uang rakyat yang tertanam di setiap sudut dinding gedung yang kini kian kumuh dan terbengkalai.
Publik patut bertanya,Apakah pemerintah sedang mengalami amnesia kolektif terhadap keberadaan GOR Kilongan? Sudah berapa tahun anggaran berlalu tanpa ada langkah konkret untuk menyelamatkan bangunan ini?
Membiarkan gedung ini mangkrak bukan hanya masalah teknis, melainkan masalah moral. Uang negara yang dikucurkan bukanlah hibah cuma-cuma, melainkan amanah yang menuntut fungsi. Sikap diam pemerintah saat ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap efisiensi anggaran. Jangan sampai, gedung ini baru dilirik ketika sudah benar-benar roboh, hanya untuk mencari proyek peruntuhan atau pembangunan baru yang lagi-lagi menguras kantong rakyat.
Kondisi visual GOR Kilongan saat ini adalah tamparan bagi wajah estetika daerah. Di tengah retorika pembangunan yang digembor-gemborkan pemerintah, keberadaan gedung “hantu” ini adalah bukti adanya ketimpangan antara janji dan realita di lapangan.
”Melawan lupa berarti menolak untuk terbiasa melihat pemandangan kumuh ini. Kami menolak membiarkan pemborosan ini dianggap sebagai hal yang wajar,” tegas desakan yang muncul dari akar rumput.
Masyarakat tidak lagi membutuhkan pidato normatif. Kami menuntut pemerintah saat ini untuk mengambil sikap yang jantan
Segera Cari Solusi Strategis,Apakah melalui skema revitalisasi total atau pemanfaatan oleh pihak ketiga agar gedung kembali bernyawa.
Buka ke publik apa kendala sebenarnya. Jangan jadikan “ketiadaan dana” sebagai tameng atas ketidakmampuan berinovasi.
Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu membereskan “warisan” masalah, bukan malah menambah daftar aset mangkrak yang terlupakan.
GOR Kilongan adalah pengingat bahwa pembangunan tanpa pemeliharaan adalah sia-sia. Kita akan terus menyuarakan kondisi ini sebagai gerakan Melawan Lupa, hingga pemerintah terbangun dari tidurnya dan mengembalikan fungsi gedung ini kepada rakyat. Sebelum gedung ini rata dengan tanah karena pengabaian, bertindaklah
Pimpinan redaksi






