BANGKEP, BTN — Pemerintah Kecamatan Peling Tengah bersama Tim Sistem Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banggai Kepulauan menggelar rangkaian kegiatan koordinasi dan peninjauan lapangan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026 ini dimulai sejak pukul 08.30 WITA dan dipusatkan di beberapa titik strategis di Desa Alakasing.
Rangkaian agenda diawali di Kantor Desa Alakasing untuk menyelaraskan persepsi serta strategi pelaksanaan program. Selanjutnya, peninjauan berlanjut ke area kebun sayur masyarakat, SDN Alakasing, hingga pabrik tahu lokal yang menjadi bagian inti dari rantai pasok penyediaan bahan pangan bergizi di wilayah tersebut.
Fokus utama peninjauan lapangan ini ditujukan bagi para petani dan produsen lokal Desa Alakasing yang bertindak sebagai pemasok bahan baku utama. Bahan pangan segar seperti sayur caisim, tahu berkualitas, serta buah-buahan lokal terbukti menjadi penopang penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan pemenuhan gizi anak-anak di Kecamatan Peling Tengah.
Sebagai bentuk kepastian kerja sama dan pemberdayaan ekonomi warga, agenda ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak pengelola program dan para pemasok lokal. Langkah ini menegaskan komitmen bersama dalam menggerakkan potensi ekonomi desa berbasis pangan sehat.
Koordinasi berlanjut ke SDN Alakasing untuk melakukan pengenalan variasi menu MBG berbasis bahan baku lokal kepada pihak sekolah. Melalui edukasi ini, para guru dan pengelola sekolah dapat memahami secara mendalam komposisi gizi serta manfaat bahan pangan lokal yang disajikan kepada siswa.
Selain edukasi menu, aspek pengawasan kesehatan penerima manfaat juga menjadi perhatian serius. Tim gabungan melakukan pemantauan kondisi fisik anak sekolah dan balita untuk mendeteksi potensi alergi atau riwayat kondisi kesehatan tertentu sejak dini.
Langkah preventif ini diambil sebagai upaya antisipasi yang ketat agar reaksi fisik alami akibat alergi makanan tidak menimbulkan salah persepsi atau stigma keracunan di tengah masyarakat. Pengawasan berkesinambungan ini diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap keamananan program gizi.
Keberhasilan kegiatan hari ini tidak lepas dari sinergi erat berbagai pihak yang hadir di lapangan. Adapun unsur yang terlibat secara langsung meliputi Penjabat Kepala Desa Alakasing, Sekretaris Desa Alakasing, Koordinator Kecamatan MBG Peling Tengah, PIC/Perwakilan Yayasan, Asisten Lapangan SPPG, serta PIC Guru dari SDN Alakasing.
Rangkaian koordinasi ini menjadi bukti nyata komitmen bersama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat dan bergizi seimbang. Sinergi ini sekaligus membuktikan bahwa program pemenuhan gizi nasional mampu berjalan selaras dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.






