Tambolaka, SBD – Warga Kampung Tawo Rara, Desa Wee Renna, Kecamatan Kota Tambolaka digegerkan dengan kabar duka, Kamis 19 Juni 2026. Seorang pelajar bernama Farel Bani, 16 tahun, siswa kelas 8 salah satu SMA di SBD, ditemukan meninggal dunia/Gantung diri di rumah besar neneknya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui keluarga korban S pada Kamis pagi di bagian belakang rumah, dekat dapur. Kejadian ini membuat keluarga besar Farel Bani sangat terpukul.
Berdasarkan keterangan keluarga di lokasi, pada malam sebelumnya Farel sempat dimarahi oleh ibunya. “Semalam, ia dimarahi oleh mamanya gegara memberi pinjam motor pada temannya,” ungkap salah satu anggota keluarga.
Pihak keluarga mengaku tidak menyangka Farel akan mengakhiri hidup. “Dia anak baik. Mungkin dia tertekan,” kata keluarga singkat.
Usai menerima laporan, aparat penegak hukum Polres SBD langsung mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara. Proses pemeriksaan jenazah untuk keperluan visum dilakukan dengan menghadirkan pihak medis.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolsek Kota Tambolaka AKP,Avong Kolondam bersama anggota, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBD, drg. Yulianus Kaleka.
Usai proses visum, Kapolsek Kota Tambolaka mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih terbuka dan menjaga komunikasi dengan anak. “Mari kita jaga anak-anak kita. Bangun komunikasi yang baik di rumah. Jika ada masalah, ajak bicara baik-baik. Jangan sampai anak merasa sendiri,” pesannya.
Kapolsek juga meminta warga tidak menyebarkan foto atau informasi yang dapat menambah duka keluarga. “Kami turut berduka cita. Serahkan prosesnya ke pihak kepolisian,” tambahnya serta jasad korban dievakuasi ke Rumah sakit guna di Autopsi atau di Visum lebih lanjut.
Hingga saat ini, Polres SBD masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
_Berantas TipikorNews http://Co.id_






