Scroll Untuk Lanjut Membaca

​BTN — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali menegaskan komitmennya dalam membuka ruang seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik bangsa untuk mendedikasikan diri menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kesempatan berharga ini hadir sebagai wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara. 9/09/2026

​Bagi para calon siswa (Casis) yang belum berhasil pada Gelombang 1, 2, atau 3 TA 2026, pintu perjuangan belum sepenuhnya tertutup. Peluang besar kini kembali dibuka melalui seleksi penerimaan prajurit Bintara dan Tamtama Lanjutan, dengan kebijakan batas usia maksimal yang diperpanjang hingga 26 tahun.

​Langkah strategis ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI AD bersama rakyat. Program ini tidak hanya membuka akses jenjang karier militer yang profesional, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui edukasi kepemimpinan, kedisiplinan tinggi, serta nilai-nilai patriotisme.

​Dalam rangka menjamin transparansi dan keadilan selama proses rekrutmen, TNI AD menegaskan bahwa seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya apa pun (gratis). Seluruh pemuda Indonesia memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk bertanding secara jujur berdasarkan kemampuan diri.

​Untuk pendaftaran jalur Bintara (BA), proses pendaftaran online dibuka mulai 01 Oktober 2026 hingga 10 Januari 2027, disusul validasi atau daftar ulang pada 19 Oktober 2026 sampai 13 Januari 2027. Tahap pemeriksaan dan pengujian (Rik Uji TK Subpanpus) berlangsung 01 November 2026 hingga 21 Januari 2027, sebelum pengumuman akhir pada 30 Januari 2027 dan pembukaan pendidikan pada 04 Februari 2027.

​Sementara itu, untuk jalur Tamtama (TA), pendaftaran online dimulai pada 01 Oktober 2026 hingga 07 Januari 2027, dengan masa validasi dari 19 Oktober 2026 hingga Februari 2027. Rangkaian Rik Uji TK Subpanpus dijadwalkan pada 01 November 2026 sampai 18 Februari 2027, pengumuman hasil akhir dilaksanakan pada 27 Februari 2027, serta pembukaan pendidikan pada 04 Maret 2027.

​Menghadapi tahapan seleksi tersebut, para calon siswa diimbau untuk mempersiapkan fisik dan mental secara optimal sejak dini. Waktu yang ada dapat dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran jasmani melalui latihan kesamaptaan, menjaga kesehatan medis, serta memperdalam kesiapan mental ideologi.

​Selain fisik dan mental, kerapian serta kelengkapan administrasi juga menjadi kunci utama. Para peserta wajib memastikan seluruh berkas kependudukan dan ijazah telah terverifikasi dengan valid sebelum mendatangi Kodim atau Korem setempat. Untuk konsultasi persyaratan dan panduan pendaftaran langsung, pendaftar dapat mendatangi Staf Personel (Staf Pers) Kodim terdekat, seperti Kodim 1308/LB.

​Masyarakat juga diminta untuk selalu waspada terhadap potensi penipuan dari oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan materi. Keberhasilan para calon siswa murni ditentukan oleh kelengkapan administrasi, kesiapan fisik, kemampuan akademik, serta integritas pribadi. Kegagalan di gelombang sebelumnya bukanlah akhir, melainkan fondasi untuk persiapan yang lebih matang demi mengawal pertahanan NKRI bersama TNI AD.